Senin, 19 Juni 2017

Wakil Bupati Flotim Dukung Gerakan Literasi

Wakil Bupati Flores Timur (Flotim) Agustinus Payong Boli, SH mendukung gerakan literasi yang sejauh ini telah digerakan oleh    Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Flotim sebagai salah satu gerakan positif dalam meningkatkan minat baca dan menulis untuk kalangan siswa dan guru di Kabupaten Flores Timur.
Demikian pernyataan Wakil Bupati Flotim dalam Diskusi Pendidikan yang digelar di Sekretariat Agupena Flotim, Senin (19/6/17) malam. ”Sebagai pemerintah, kami mendukung gerakan literasi yang sudah dilakukan oleh teman – teman Agupena Flotim. Langkah ini sebagai upaya positif dalam meningkatkan minat baca dan menulis di Flotim yang selanjutnya dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Target pencapaian dunia saat ini adalah peningkatan SDM. Peradaban sebuah bangsa dilihat dari tiga hal diantaranya pendapatan perkapita, derajat kesehatan, dan peningkatan SDM,’kata Agus.
 “Bicara tentang pendidikan, kita tidak hanya bicara dari sisi peningkatan kemampuan kognitif semata, tetapi jauh dari itu bagaimana meningkatkan kemampuan emosional dan spiritual. Dua hal ini penting dalam mendukung kualitas Sumber Daya Manusia. Tidak hanya pintar tetapi cerdas secara emosinal dan spiritual. Sebagai masukan untuk Agupena Flotim, tentu tidak hanya menulis tentang guru semata, namun lebih dari itu bisa berkontribusi dalam tulisan tulisan berupa kajian ilmiah atas fenomena yang berkembang saat ini di daerah. Lakukan observasi, kumpulkan data, analisis, dan buatkan tulisan yang kemudiaan dapat menjadi masukan untuk daerah”kata Agus.
Gusty Richarno, Pemimpin Media Pendidikan Cakrawala (MPC) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada kesempatan itu mengatakan salah satu cara yang paling tepat dan strategis dalam memutuskan mata rantai kemiskinan dan kebodohan di NTT adalah melalui jalur pendidikan. Pendidikan adalah investasi yang berharga. “ Sejauh ini, MPC telah berkolaborasi dengan Agupena Flotim dan melakukan pendampingan kepada sedikitnya 15 sekolah di Flotim baik tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam membangkitkan semangat membaca, mengasah keterampilan untuk menulis. Hal lain yang digerakan dalam meningkatkan minat baca di kalangan siswa adalah memberikan sumbangan buku gratis, menciptakan kelas inspirasi saat berkunjung ke sekolah sekolah dan menyiapkan ruang publikasi bagi siswa dan guru, di Majalah Cakrawala. Kami berkeyakinan dengan terus merawat semangat ini, dikemudian hari akan lahir penulis – penulis muda yang handal datang dari NTT,”Kata Gusty.
Diskusi dengan tema “Gerakan Literasi Dalam Menciptakan Iklim Ilmiah di Flotim” dipandu oleh Grace Gracella (aktivias perempuan). Hadir dalam diskusi ini, Maksimus Masan Kian (Ketua Agupena Flotim), Silvester Petara Hurit (Pengamatan Seni), Wento Eliando (Wartawan Flores Pos), Felix Janggu (Wartawan Pos Kupang), Jemi Paun (Pengurus Agupena Flotim), Andreas Soge (Aktivis), Kornelis Basa Kopon (Anggota Agupena Flotim), Yandris Tolan (Penulis). (Humas Agupena Flotim)


Sabtu, 17 Juni 2017

Kepala SMK Adonara Raih Juara I (Lomba Kepala Sekolah Berprestasi Tahun 2017 Tingkat NTT)

(Theodorus Sabon Doni, S.Pd)

Theodorus Sabon Doni, S.Pd, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Adonara Desa Kolilanang, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur berhasil meraih juara I Lomba Kepala SMK berprestasi dan berdedikasi dalam mengabdi di sekolah, tahun 2017 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
            Kompetisi ini dilaksanakan selama empat hari sejak Rabu- Sabtu (14-17/6/17) di Hotel Pelangi Kupang. Theodorus yang juga adalah Pengurus Inti Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur ini, berhasil mengalahkan sedikitnya 6 peserta lain dari Kabupaten Lembata, Rote Ndao, Manggarai Barat, Sumba Barat Daya dan Kabupaten Belu (daerah perbatasan), dalam persentase tulisan berjudul "Managemen Administrasi KBM Guru- guru SMKN 1 Adonara Menuju Sekolah Efektif" Atas kejuaraan ini,  Ia berhak mewakili Provinsi NTT dalam ajang di tingkat nasional, yang akan diselenggarakan pada Bulan Agustus 2017 mendatang di Jakarta.

            Kepala SMK Adonara yang juga adalah mantan Wakil Kepala Urusan Hubungan Masyarakat (Humas) SMKN 1 Larantuka di kediamannya, Sabtu (17/6/17) mengaku bangga dengan prestasi yang diraihnya saat ini. “ Sebagai Kepala Sekolah yang baru mendapat pengalaman pertama menjadi kepala sekolah di periode pertama tepatnya diangkat pada tahun 2015, secara pribadi saya merasa bangga, juga haru dengan prestasi ini. Bukan soal juara, tetapi bagaimana proses ini telah memberi kami pengalaman dan ruang belajar sebagai Kepala Sekolah dalam memimpin sebuah lembaga pendidikan. SMK Adonara adalah sebuah sekolah di pelosok Adonara yang mungkin selama ini tidak terlalu populer atau dikenal, namun dengan prestasi ini, setidaknya telah mengangkat nama baik sekolah, Desa Kolilanang, dan Kabupaten Flores Timur. Sekolah ini bergerak dari nol dengan semangat swadaya masyarakat, namun atas kerja sama dan koordinasi yang baik dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olaraga (PKO) Flotim maka kemudian sekolah ini dinegerikan dan mendapat beberapa kemudahan dalam operasional, termasuk ijin operasional sekolah, dan akreditasi sekolah. Prestasi yang kami dapat ini adalah prestasi bersama, dan mohon dukungan untuk kompetisi ditingkat selanjutnya semoga hasil yang terbaik berpihak kepada kita,’kata Theodorus

            Kepala Dinas PKO Flotim Bernadus Beda Keda yang dihubungi terpisah mengucapkan profisiat dan rasa bangga atas prestasi yang diraih Kepala SMK Adonara. Bagi Kepala Dinas, SMK Adonara adalah sekolah yang awalnya lahir dari swadaya masyarakat maka,  ketersediaan sarana dan prasarana masih belum lengkap, namun hasil yang ditunjukan oleh pemimpin dilembaga ini membuatnya bangga. “Kita berkoordinasi dengan pihak penyelenggara tingkat desa dan menegerikan sekolah ini belum lama. Namun prestasi yang ditunjukan selama ini luar biasa. Kepala sekolah yang meraih prestasi hari ini adalah bagian dari proses persiapan kita bersama sejak awal memimpin lembaga ini. Prestasi ini patut menjadi contoh bagi kepala sekolah yang lain, dan tentunya berdampak positif terhadap perkembangan SMK Adonara selanjutnya,’kata Kadis. (Humas Agupena Flotim)

Selasa, 13 Juni 2017

"Tarian Tanah Lupek" (Ditampilkan oleh Anak - anak TK. Maria Luigia Violotti)

"Tarian Tanah Lupek"
(Ditampilkan oleh Anak - anak TK. Maria Luigia Violotti)
"Tarian Tanah Lupek" sebuah tarian Adat Flotim yang menceritakan proses pemetikan kapas, pengolahan hingaa menghasilkan sarung sarung Adat Lamaholot.
Tarian ini ditampilkan anak - anak TK. Maria Luigia Violotti dalam acara lepas pisah (Wisuda Cilik) Anak TK. Maria Luigia Violotti di Aula OMK Larantuka, Rabu (14/6/17)
Pengenalan Tarian Adat sejak dini kepada anak - anak penting dan strategis dalan menanamkan kecitaan akan budaya Flores Timur yang kaya dan beragam ini.Suster dan Guru - guru yang telah telaten mendampingi dan memperkenalkan anak dalam menampilkan kreasi ini adalah bagian dari dukungan gerakan literasi. Literasi Budaya.


Hadir dalam acara ini, Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olaraga (PKO) Flotim, Bernadus Beda Keda, Ketua Yapersuktim Thomas Labina, Bunda Paud Flores Timur, kepala TK. Maria Luigia Violotti bersama 11 Kepala TKK lain se – Kabupaten Flotim, dan orang tua wisudawan cilik.


Gelaran acara lepas pisah wisudawan cilik ini dipadukan dengan acara Penyerahan Sertifikat Akreditasi untuk beberapa TKK dikabupaten Flores Timur, diantaranya TK. Anfrida, TK Negeri Ilemandiri I, TK Sta. Maria Mudakeputuk, Kober Sta. Maria Lewohala, TK. St. Mikhael Balaweling II Solor Barat, terakreditasi A dan TK. Pembina Weri, TK. Maria Luigia Violotti, TK. Ade Irma Nasution, TK. St. Theresia Riangkemie, TK Letisia Balela, dan TK Negeri I Witihama terakreditasi B.***


Kamis, 08 Juni 2017

Guru Flotim Tulis Buku Bunga Rampai Esai Pendidikan

Melalui wadah Asosiasi Guru Penulis Indonesia Cabang Flores Timur (Agupena Flotim), para guru di Kabupaten Flotim menulis dan menerbitkan buku. Kali ini, buku yang digarap bertajuk "Revolusi Mental ala Guru, Bunga Rampai Esai Pendidikan oleh Guru Flotim. Sementara ini, sudah ada 19 esai pendidikan yang ditulis oleh 12 guru. Targetnya, buku ini berisi 30 esai.
Adapun esai-esai dalam buku ini berkisar pada wacana para pelaku pendidikan: guru, siswa, orang tua wali, komite sekolah, masyarakat, dan pemerintah yang diwakili oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga. Selain itu, terdapat pula wacana-wacana yang berkaitan dengan metode pembelajaran dan permasalah literasi.
Buku ini diedit oleh Muhammad Soleh Kadir dan diberi Kata Sambutan oleh Kadis PKO Flotim Bernadus Beda Keda serta Kata Pengantar oleh Ketua Agupena Flotim Maksimus Masan Kian.
Dalam waktu dekat, setelah naskah rampung, para penulis akan mengadakan bedah pracetak. Tujuannya untuk melihat kembali naskah yang ada dan mempertajam analisis konten. Naskah ini akan diterbitkan setelah penerbitan Antologi Puisi Tapak Tuah yang juga ditulis oleh tiga guru Agupena Flotim. Naskah ini menjadi garansi iklim berliterasi Agupena Flotim di Republik ini.

Ketua Agupena Flores Timur Maksimus Masan Kian mengatakan, dalam membangun gerakan Literasi dikabupaten Flores Timur tentu kita tidak hanya sebatas wacana, namun perlu aksi nyata dalam merealisasikan wacana itu. “Membangun gerakan literasi di bumi Flores Timur butuh aksi nyata, tak sekedar berwacana. Nah, salah satu karya buku  Bunga Rampai dengan tajuk “Revolusi Mental ala Guru, Bunga Rampai Esai Pendidikan oleh guru Flotim ini adalah salah satu bukti upaya menghidupkan gerakan literasi di Flotim. Banyak hal yang bisa kita lakukan, jika ada kerja sama dan konsistensi satu dengan yang lainnya. Agupena Flotim adalah bagian kecil dari satu kesatuan Kabupaten Flores Timur. Sekian banyak organisasi, wadah, atau komunitas lain yang dapat berkontribusi untuk kemajuan daerah ini di bidang - bidang lainnya. Kekuatan kita adalah saling komunikasi, memberi dukungan satu dengan yang lain dan selalu menguatkan,”kata Maksi.
Bernadus Beda Keda, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaraga (PKO) Kabupaten Flotim, Jumat (9/7/17) memberi apresiasi terhadap karya guru Flotim dalam bentuk buku. “Selaku Kepala Dinas PKO Flotim, saya memberi apresiasi atas karya guru – gruru Flotim dalam bentuk buku. Ini capaian yang kreatif dan inovatif. Teruslah berkarya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Flores Timur,”Kata Kadis. (Muhammad Soleh Kadir)

Senin, 05 Juni 2017

Pesona Teluk Werang Wutun Yang Memikat Hati




Bila Anda melintasi jalan dari Tobilota ke Waiwerang, rasanya rugi bila melewati saja pemandangan ini. Hamparan padang hijau tepi jalan yang langsung disambut teluk yang lengang. Itu, adanya di Teluk Werang Wutun, Desa Oyangbaran, Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur.

Bila tidak keberatan, Anda bisa melangkahkan kaki menuju pantainya. Semilir angin pesisir yang berhembus tipis akan menerpa tubuh Anda, sejuk dan alami. Aroma lumut pantai yang cukup menyengat pun bersirubuk menghinggapi penciuman Anda. Belum lagi desir lembut ombak yang lamat-lamat membuat Anda serasa dimanja oleh keperawanan alam. Persis di tepi pantai, pepohonan hijau merimbun di sepanjang pantai. Warna air laut di ceruk agak hijau lantaran didasari lumut.




Pasang baik-baik telinga Anda karena kicauan burung-burung kecil, cericit kumbang, dan dengung serangga dapat Anda tangkap dengan pendengaran yang syahdu.Buanglah pandangan Anda terus ke laut. Di selatnya, Anda dapat menyaksikan ribuan pelampung hitam diselingi biru dan putih, mengapung di atasnya. Di situlah orang-orang Jepang beternak mutiara. 



Ya, mutiara. Dari anak-anak kerang yang dikawinkan dan diberi nukleus, akan terjadi pembuahan yang menghasilkan sebiji mutiara. Butuh waktu setahun lebih memanen biji-biji mutiara yang binar dan menawan. Sekali panen, mutiara yang dihasilkan bisa mencapai dua hingga tiga ribuan. Mutiara ini lalu dikirim ke Jakarta untuk langsung dibawa ke Jepang. 


 
Tenaga ahli perusahaan Jepang ini cuma seorang yang menetap di lokasi. Tiga orang lainnya akan datang membantu di saat panen. Sedang tenaga keamanan, ada 12 orang yang bergantian shif jaga selama 12 jam berturut-turut. Bila tenaga ahli datang dari Jepang maka tenaga keamanan orang kampung sini.(Muhammad Soleh Kadir)