Sabtu, 12 Agustus 2017

Vivianti, Menang Quis Menyebut Nama Lengkap Bupati dan Wakil Bupati Flotim


Ada pemandangan yang berbeda di Bumi Perkemahan Ole Bele Desa Lewopao Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur, Sabtu (12/8/17) malam. Dalam kunjungan Wakil Bupati Flotim sekaligus shering tentang gerakan literasi bersama peserta perkemahan, Wakil Bupati membuat suatu quis yang menjadi rebutan peserta perkemahan.
Quis yang dimainkan oleh Wakil Bupati Flotim adalah menyebutkan nama lengkap Bupati Flotim dan Wakil Bupati Flotim. “Adik - adik sekalian, selain beberapa hal yang saya sampaikan tadi, ada satu quis berhadiah yang saya buat untuk adik- adik sekalin agar bisa mengenal bupati dan wakil bupatimu di daerah ini, daerah Kabupaten Flores Timur. Quisnya adalah sebutkan nama lengkap Bupati Flores Timur dan Wakil Bupati Flores Timur.

Pertanyaan ini sontak membuat  siswa siswi peserta perkemahan mengerumuni Wakil Bupati Flotim berebutan pengeras suara yang ada di tangan wakil bupati Flotim untuk menjawan, menyebutkan nama Bupati Flotim dan Wakil Bupati Flotim. Quis yang dimainkan Wakil Bupati Flotim ini, sangat menghibur peserta di perkemahan. Suasananya begitu mencair. Menariknya, jawaban peserta sangat bervariasi. Rupanya tidak mudah untuk menjawab nama lengkap Bupati Flotim dan Wakil Bupati Flotim. Sekian siswa yang mendapat kesempatan untuk menjawab beberapa kali menjawab salah. Untuk nama wakil bupati Flotim, beberapa siswa awalnya salah menyebut namun kemudian bisa. Sementara  menyebutkan nama lengkap Bupati Flores Timur hingga puluhan siswa menyebutkannya masih saja, salah.
Kesalahan menyebutkan nama lengkap Bupati Flotim membuat Wakil Bupati Flotim terus memberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab. Ada yang menjawab Bupati Flotim adalah “Anton Hayon”, Anton Hadjon, Anton Gege Hadjon, ada lagi menyebut Fransiskus Lebu Raya, bahkan ada yang menyebut Anton Doni Dihen. Adalah Vivianti Beto Tulit, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap Nelelamadike berhasil menjawab lengkap nama Bupati Flores Timur. Dengan nada yang jelas. Vivin, sapaan Vivianti Beto Tulit menyebut nama Bupati Flotim secara lengkap Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST.
Dengan jawaban ini, Wakil Bupati Flotim kemudian membubarkan kerumunan siswa yang menunggu giliran menjawab dan memberikan hadiah berupa uang saku dan uang tabungan untuk anak Vivianti Beto Tulit.
Bagi Agus Boli, quis sederhana itu mengandung arti, sebagai Warga Flores Timur baik anak sekolah, maupun orang dewasa, sepatutnya mengetahui nama siapa pemimpin mereka. “Sebagai Warga Flotim mestinya tahu siapa nama lengkap bupati dan wakil bupati. Bukan saja itu, di desa adik – adik mesti tahu siapa nama kepala desa, seterusnya ke atas siapa nama Gubernur kita, dan siapa nama presiden kita, tegas Agus Boli.(Maksimus Masan Kian)



Agus Boli: Gerakan Literasi Tidak Sekedar Dideklarasikan Tetapi Digerakan




“Gerakan Literasi tidak sekedar dideklarasikan tetapi jauh lebih penting dari itu adalah terus digerakan. Teruslah bergerak, mengajak, memotivasi dan menginspirasi segenap elemen masyarakat untuk mendukung gerakan literasi sebagai sebuah gerakan sosial yang mempu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Teruslah,  menggerakan gerakan literasi. Tentang pendeklarasian Flores Timur sebagai sebuah Kabupaten Literasi, itu akan ada waktunya setelah kita lebih matang membudayakan gerakan ini. Pendeklarasian itu seremoni. Hal yang terpenting adalah terus bergerak hingga mampu mendorong orang lain sama – sama menggiatkan aktivitas membaca dan menulis. Demikian petikan pernyataan Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli saat memberikan sapaan untuk sedikitnya 600 siswa dan  60 guru pendamping perkemahan untuk tingkat Kecamatasn Ile Boleng di Ole Bele Desa Lewqopao Kecamatan Ile Boleng Flores Timur, Sabtu (12/8/17) malam.

Agus Boli setelah meresmikan Pondok Baca Lamahelan, didampingi  Camat Ile Boleng  Ariston Kolot Ola, Anggota DPRD Flotim Pius Pedang, Ketua Agupena Flotim Maksimus Masan Kian memberikan motivasi kepada peserta perkemahan.  Bagi Agus Boli, siswa yang sudah terlibat perkemahan sejak dini akan membentuk mental dan karakternya menjadi seorang pemimpin. “Mengapa untuk setiap kali perkemahan selalu memilih tempat yang sulit, jauh dari keramaian, akses transportasi yang sulit? karena di bumi perkemahan adik adik akan diuji militasinya, dilatih bagaimana bisa mandiri,  bertangungjawab dan mampu bekerja sama dalam tim.
Wakil Bupati Flotim pada kesempatan itu memberikan bantuan dana kepada panitia pelaksana kemah tingkat kecamatan Ile Boleng dan uang tabungan pendidikan untuk tiga orang yang akan dinilai pada akhir perkemahan sebagai peserta terbaik.
Agus Boli meminta kepada Panitia agar selama masa perkemahan, dapat menyiapkan agenda kepada Agupena Flores Timur untuk memberikan materi tentang pentingnya Gerakan Literasi untuk anak – anak di bumi perkemahan “ di perkemahan adik adaik sudah dilatih kemandirian dan tanggungjawab. Buka juga ruang untuk menggali potensi dan skill yang ada dalam diri untuk dapat membuat hidup ke depan lebih baik, melalui gerakan literasi.

Wakil Bupati Flotim yang senang blusukan ini melakukan beberapa quis untuk anak – anak peserta perkemahan, melakukan peninjauan kondisi beberapa kemah dan kemudian makan malam bersama pembina pramuka dengan suguhan makanan lokal (ubi rebus, dan ikan kering).Ia juga memberikan motivasi kepada anak anak sekolah dan juga guru untuk belajar menabung. “Anak anak harus kita latih untuk menabung. Menabunglah sejak dini sehingga pada saat kuliah tidak susah lagi cari uang. Tidak lagi mencari atau harus meminjam uang baru kuliah. Menabunglah. Saya anjurkan menabung di koperasi. Simpan berapa saja dan pada waktunya dapat bermanfat. Kita berharap, ke depannya anak anak Flotim semuannya bisa sekolah sampai tingkat sarjana. Jangan sampai kita kalah bersaing hanya karena kelemahan kita dalam mengatur uang dalam memenuhi prioritas kebutuhan kita yang urgen dan penting untuk masa depan,’tegas Agus Boli. (Maksimus Masan Kian)

Wabup Flotim Resmikan “Pondok Baca Lamahelan”




Wakil Bupati Flores Timur (Flotim), Agustinus Payong Boli memberi dukungan terhadap gerakan literasi di Flotim dengan hadir langsung meresmikan “Pondok Baca Lamahelan” di Desa Lamahelan Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur, Sabtu (12/8/17).
Wakil Bupati Flotim didampingi Camat Ile Boleng Ariston Kolot Ola, dan Angggota DPRD Flotim dari Partai Gerindra Pius Pedang.
Agustinus Payong Boli pada kesempatan itu memberikan apresiasi kepada Mahasiswa Angkatan Muda Adonara (AMA- Kupang), yang mampu berkoordinasi dengan Asosiasi Guru Penulis Indonesia ( Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur dan Pemerintah Desa Helan Langowuyo hingga berhasil mendirikan sebuah “Pondok Baca” di Desa Helan Langowuyo. “Sebagai pemerintah, kami memberi apresiasi dan menyambut gembira atas didirikannya Pondok Baca di Desa Helan Langowuyo. Terobosan yang dilakukan oleh Pemerintah desa bekerja sama dengan AMA Kupang dan Agupena Flotim ini, merupakan langkah inovatif dalam upaya mendukung gerakan literasi di Flotim dan upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Secara internasional, Indonesia merupakan negara dengan minat baca paling rendah menempati urutan buntut. Warganya tidak literat. Motivasi bacanya lemah. Gerakan seperti ini mesti di dukung. Ile Boleng diharapkan akan menjadi contoh untuk desa – desa lain, memberi peduli pada gerakan literasi di Kabupaten Flores Timur. Gerakan Literasi di Flotim yang selama ini digiatkan oleh teman – teman di Agupena Flotim patut didukung dan terus ditingkatkan gerakannya.AMA – Kupang sudah menunjukan dukungan ini. 

Agus Boli juga mengatakan, orang yang malas baca, pasti gampang sekali terprovokasi dan mudah memprovokasi orang lain. Selalu menyampaikan kecurigaan. Seorang yang ulet membaca, akan tampil sebagai soluter atau orang yang memberi solusi. Ia memiliki banyak pengetahuan dan mampu mengolah apa yang ia baca. Mahasiswa yang malas baca berpengaruh pada waktu kuliah.
Selanjutnya, Agus boli berharap agar Desa Helan Langowuyo bisa menjadi contoh dalam menghidupkan gerakan literasi khususnya di desa. “Harapan saya untuk tempat ini,di  Desa Helan Langowuyo agar bisa menjadi contoh menggerakan desa desa yang lainnya menghidupkan gerakan literasi di desa. Baru kali ini kami diundang ke desa untuk meresmikan pondok baca. Kita berharap ke depannya, tempat ini bukan saja dijadikan sebagai tempat baca tetapi juga sebagai ajang lomba bagi siswa. Kami menyarankan agar pondok baca ini selanjutnya dapat di kelolah oleh karanag taruna. Kembangkan terus, jadikan sebagai tempat lomba cerdas cermat antar siswa, lomba menulis, lomba membacakan puisi, lomba berteater dan lain – lain. Kami juga sudah berkomitmen dengan Media Pos Kupang dan Flores Pos untuk setiap desa di Flotim wajib berlangganan dua koran ini. Orang dewasa mesti menjadi teladan dalam hal membaca, sehingga dapat dicontohi oleh anak – anak.

Kepala Desa Helan Langowuyo Dominikus Daton mengatakan, langkah berani yang di tempuh, berbuat sedikit lain dari hal- hal pada umumnya adalah dalam upaya meningkatkan SDM di Desa Helan Langowuyo “Adanya pondok baca di desa ini, selanjutnya dapat menjadi ruang baca yang nyaman dan ramah anak, kami akan terus berusaha menjalin kerja sama dengan pihak manapun untuk selalu mengupdate buku sehingga anak – anak tidak jenuh membaca buku dengan judul yang sama.
Hadir pada kesempatan itu, Camat Ile Boleng Ariston Kolot Ola, Anggota DPRD Flotim, Pius Pedang, Kades Helan Langowuyo, Dominikus Daton, Kepala Desa Bayutaa, Anton Ola, Ketua Agupena Flotim, Maksimus Masan Kian, Ketua AMA Kupang, Paskalis Eba Pure dan jajaran pengurus, warga desa dan pelajar se- Desa Helan Langowuyo. (Maksimus Masan Kian)

Senin, 07 Agustus 2017

Drop Out SD Kelas 6, Kini Punya Usaha Mebel


Namanya Robertus Lamapaha. Lahir 17 September 1994. Ayahnya Yosep Taka Lelan, Ibu Yasinta Kolon Ina. Ia adalah siswa Drop out Sekolah Dasar (SD) kelas 6 menjelang ujian akhir. Sejak kecil sudah ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya. Bapanya merantau saat ia dibangku kelas satu SD. Mamanya, kawin lagi sejak ia berusia 9 tahun. Peristiwa ini menjadi pengalaman pahit. Mengapa demikian, karena terjadinya bertubi-tubi. Namun pristiwa ini tak menyurutkan semangatnya untuk berjuang melanjutkan hidup. Bersama kedua adiknya, mereka diasuh oleh nenek (Ibu dari Bapak Yoseph Taka). Robert sapaan Robertus Lamapaha, setelah menjadi siswa drop out, Ia memilih menjadi pembantu kuli bangunan di kampung.
Robert hanyalah seorang anak kecil, tanpa pengalaman. Ia hanya bisa mencampur semen. Namun pekerjaan ini Ia jalani dengan tabah. Dari sekedar berperan sebagai tukang campur semen, Robert kemudian beralih menjadi tukang pembuat batako. Berkat belajar terus dan dipercaya oleh bosnya, Hanus Kurman, ia diberi kesempatan berlatih membuat lemari. Lemari pertama yang dibuat, sempat salah pasang kerangka. Dari kesalahan ini dia mulai belajar. Dia mulai tekun berlatih. Gambar denah, belah kayu, skap, pahat, sponing, profil, pasang tripleks, pasang rangka, impra, sampai cat dipelajarinya. Alhasil, 7 lemari pesanan bosnya dapat dibuatnya sendiri. Ini semakin menambah kepercayaan bosnya. 

Usia masih belasan tahun sudah dilaluinya dengan kerja. Baginya sehari tidak bekerja badan terasa sakit. Kesendiriannya dari kecil membuatnya cepat mencari pasangan. Di usia 21 tahun dia memilih pasangan hidupnya. Elfionita Sodi Ola dipersunting jadi isterinya dan dikukuhkan dalam nikah suci pada tanggal 1 Juni 2017. Hidup berkeluarga tentunya beban kebutuhan hidup makin banyak.
Awal Januari 2016 bersama sang isteri mencari rejeki di tanah Papua. Kota Kaimana jadi pilihan. Di sana dia bekerja sebagai penjaga toko. Meski pekerjaan pokok melayani pembeli di toko sembako, dia tidak melepas keterampilan tukang yang sudah digelutinya dari kampung. Majikannya  sering memintanya untuk membuat lemari atau memperbaiki bagian rumah yang rusak. Kepercayaan ini, Ia kerjakan dengan tanggung jawab. Terakhir Robert mendapat proyek membuat sebuah gudang. Upah dari proyek ini digunakan membeli peralatan bengkel kayu. Skap listrik, spooning, hammer, alat bor, dan peralatan tukang lain langsung dibelinya. Semuanya dipesan langsung dari Surabaya via majikannya yang juga  kebetulan memesan barang toko.
Peralatan tukang ini memang menjadi impian Robert saat merantau. Setelah peralatannya tiba, Ia mengundurkan diri dari pekerjaannya menjaga toko. Ia lalu memilih pulang ke kampung halamnnya di Honihama, setelah kurang lebih setahun di tanah Papua.  Di kampung dia mulai membuka bengkel kayu di samping rumah. Melayani pembuatan lemari, meja, tempat tidur, pintu, dan jendela. Harga per unit berkisar 500.000 sampai 1.500.000. Menurutnya pesanan pembuatan lemari paling banyak. Sebulan sekitar 10 lemari.
Sebuah Meja dapat diselesaikan dalam sehari. Begitu pula tempat tidur, pintu dan jendela bisa diselesaikan secepatnya jika bahannya sudah ada.

Dari kerja kerasnya ini sebulan Ia bisa mendapatkan uang sekitar 3 juta rupiah. Bisa membiayai kebutuhan hidup keluarga dan lebih mulia lagi bisa mengasuh neneknya yang sudah berusia 90-an tahun. Sosok pemuda satu ini jadi panutan orang muda lainnya di Pulau Adonara secara umum dan Honiham Desa Tuwagoetobi secara khususnya. Ada pergeseran cerdas pilihan merantau. Merantau tidak berlama- lama hingga puluhan tahun, tahun tapi hanya setahun dan punya target. Target pulang kampung dan menjadi wira usahawan di kampung sendiri. Perantau harus lebih banyak lagi yang mengikuti jejaknya. (Stanislaus Lamapaha – anggota Agupena Flotim, Wilayah Kecamatan Witihama)