Selasa, 10 April 2018

Koperasi Usaha Jaya Buka Lowongan Kerja untuk Sarjana Akuntansi

Gregorius Talu Werang (Ketua Koperasi Republik Indonesia -Usaha Jaya - Flores Timur)
 

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Usaha Jaya membuka lowongan kerja untuk 1 (satu) Sarjana Akuntasi yang akan dipekerjakan sebagai karyawan pada Koperasi yang berdiri sejak 16 Juni 1976 ini.

Sejak awal bulan Maret 2018, Koperasi dibawah kepemimpinan Gregorius Talu Werang ini membuka lowongan melalui media online dan informasi melalui pamflet. Terbuka untuk sarjana akuntansi tamatan dari universitas manapun.

Gregorius Werang, Ketua KPRI Usaha Jaya Selasa (10/4/18) mengatakan, saat ini KPRI Usaha Jaya membutuhkan 1 (satu) tenaga Sarjana Akuntansi untuk bekerja di Koperasi dengan aset Rp. 17.773.037.051,72  pada tahun buku 2017 ini. “Sesuai analisis beban kerja di KPRI Usaha Jaya, kami menempuh langkah membuka lowongan pekerjaan untuk satu Sarjana Akuntansi. Melalui media online dan pamflet kami menyampaikan informasi ini. Peminatnya cukup banyak walau ada yang dari sarjana dengan basic ilmu yang lain. Semua lamaran sudah kami terima dan diberi batas waktu terkahir bagi pelamar baru hingga Jumat (13/4/18). Pelamar yang ada akan melewati dua tahapan tes yakni tes tertulis dan wawancara yang akan dilakukan pekan depan. Kami berharap yang terseleksi adalah yang terbaik dari semua pelamar dan siap bekerja sungguh untuk kemajuan Koperasi Usaha Jaya ke depannya,”kata Goris Werang

Wakil Ketua KPRI Usaha Jaya, Yonas Sabon di Kantor KPRI Usaha Jaya (11/4/18) mengatakan, saat ini lapangan kerja sangat terbatas olehnya banyak sarjana yang mengangur. Proses seleksi betul betul dilakukan untuk mendapatkan karyawan yang benar benar berkualitas. “Kami inginkan yang terseleksi nanti adalah karyawan yang benar benar berkualitas dan mampu mencurahkan semua potensi, ilmu dan pengalamannya untuk kemajuan Koperasi Usaha Jaya. Saat ini kami telah memiliki 10 (sepuluh) karyawan yang cakap di bidang kerjanya masing – masing, semoga karyawan baru yang akan diterima dapat menyesuaikan diri dengan karyawan yang ada dan bersama sama memajukan Koperasi Usaha Jaya,”kata Yonas.

Koperasi Usaha Jaya dibawah kepemimpinan Gregorius Talu Werang memiliki kepengurusan lengkap, Wakil Ketua Yonas Sabon, Sekretaris Maksimus Masan Kian, Bendahara I, Ine Prihantiwi dan Bendahara II, Bernadus Makin. Sementara pengawas terdiri dari Elias Wuring Sanga, Ketua, Petrus Hayon Bua Kein, Sekretaris dan Anggota Theodorus Enga Kelen. Penangungjawab harian (Manager) Maximus L. Kefi.(Mmk)

Soal Bahasa Indonesia Pada USBN 2018 Unik (Khusus di Kabupaten Flores Timur)

Meliana Fatima Tupen, siswa SMPS Katolik St. Yusup Larantuka

Soal Bahasa Indonesia (Bindo) pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018 khusus di Kabupaten Flores Timur terbilang unik. Dikatakan unik karena, contoh contoh yang diangkat dalam soal yang berisi 40 nomor pilihan ganda dan 5 nomor uraian ini sebagian besar mengangkat nama tempat, peristiwa dan tokoh tokoh di Kabupaten Flores Timur, dimana sebelumnya didominasi dari Jawa.

Beberapa soal yang dapat disebutkan diantaranya, soal nomor satu dalam menentukan makna kata digunakan kutipan berita sarabitinews.com tentang Pasar Waiwerang Adonara Timur. Berikut pada soal nomor dua mengutip Biografi Ratuloli alias Kapitan Lingga salah satu Pahlawan Kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Lamahala. Soal lain pada nomor empat mengutip berita dari kupangnews.com yang berisi paragraf tentang dukungan Bupati Antonius Gege Hadjon dan Wakil Bupati Agustinus Payong Boli terhadap Dominikus Boli Kopong alias Domi Pemuda asal Desa Baya Kecamatan Adonara Tengah yang lolos audisi Liga Dangdut Indonesia (LIDA) 2018.Sementara pada soal uraian, pada nomor 42 (empat puluh dua) adalah kutipan cerpen Wasiat Kamuhar yang ditulis oleh Muhammad Soleh Kadir, guru pada SMPN 1 Adonara Timur dan pada nomor 44 (empat puluh empat) tentang identitas buku yang mengangkat buku “Ujung Pena Guru Kampung” karya Maksimus Masan Kian, Guru pada SMPN 1 Lewolema.

Muhammad Soleh Kadir, guru Bahasa Indonesia pada SMPN 1 Adonara Timur mengatakan, soal – soal yang mengangkat nama tempat, peristiwa, tokoh yang diambil dari daerah sendiri secara tidak langsung merangsang siswa untuk lebih bersemangat dalam mengerjakan soal. “Selama ini, soal soal yang diujikan mengangkat contoh contoh dalam hubungan dengan nama tempat, tokoh peristiwa dari Jawa, kali ini kita coba gagas dan bersama teman teman Tim Perumus Soal Bahasa Indonesia sepakat dan berhasil meramu soal dengan unsur lokalitas. Kita punya kekayaan alam, obyek obyek wisata, potensi daerah, adat istiadat dan peristiwa peristiwa bersejarah yang dapat dibuatkan dalam soal bahasa indonesia,”kata Soleh Kadir.

Bagi Pion Ratuloly,sapaan dari Muhammad Soleh Kadir, ini menjadi bagian dari mengkontekstualkan soal – soal ujian dengan kehidupan di sekitar siswa. “Kita terus belajar, dan dalam proses belajar itu kita dapat berkreasi dan berinovasi. Menghasilkan model soal seperti yang ada menjadi bagian dari mengkontekstualkan soal – soal ujian dengan kehidupan di sekitar siswa, bahwa daerah kita kaya dan orang orang kita bisa menghasilkan karya yang tidak beda jauh dengan karya teman teman di Jawa dengan fasilitas dan perkembangan teknologi yang maju. Semoga anak anak senang mengerjakan soal yang mengangkat lokalitas Flores Timur dalam soal Bahasa Indonesia kali ini. 

Meliana Fatima Tupen, siswa SMPS Katolik St. Yusup Larantuka mengaku senang mengerjakan soal yang mengangkat contoh contoh di daerah Flores Timur. “Saat buka soal nomor satu langsung dengan kutipan Pasar Waiwerang rasanya senang sekali karena saya berasal dari Adonara dan Waiwerang sangat tidak asing untuk saya. Saya menjadi sangat bersemangat dalam mengerjakan soal Bahasa Indonesia.(Mmk)






Senin, 12 Maret 2018

Kepemimpinan Solirus Soda di SMPN 1 Lewolema

Solirus Soda, S.Pd
(Kepala SMP Negeri 1 Lewolema)


Tidak berlebihan jika nama Solirus Soda disejajarkan dengan nama nama Kepala Sekolah lainnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berpretasi dalam mengedepankan pelayanan prima terhadap segenap warga sekolah dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Sekolah (Kasek)

Sejak diangkat Bulan Juni 2015, menjadi Kasek SMPN 1 Lewolema, mantan Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Larantuka ini membuat banyak gebrakan di sekolah yang berlokasi di Dusun Welo, Desa Painapang, Kecamatan Lewolema ini.

Peran pelayanan dan kontribusi "gelekat"nya pada sekolah negeri pertama tingkat SMP di Lewolema ini adalah Ia menjadi Ketua Panitia pembangunan Gedung sekolah yang mendapatkan dana bantuan dari Pemerintahan Australia. Bersama teman teman Panitia dan berkoordinasi dengan Dinas PKO Flotim melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Yohanes Donpira Kolin, mengelolah dana sedikitnya Rp.1.800.000.000, dan hasilnya menakjubkan.Gedung sekolah sungguh indah dipandang, indah dari penataan dan kuat dari fisiknya. Sebuah gedung sekolah yang mungkin termegah untuk ukuran sekolah negeri di Flores Timur. 8 ruang kelas, Aula, Perpustakaan, Ruang Guru, Ruang Tata Usaha, Kamar Mandi WC, Lapangan Footsal dan Basket, dan lain lain. Pun pada tahun 2017, saat dipercayakan mengelolah Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan dua ruang kelas selesai tepat pada waktunya dan saat ini sudah digunakan.

Tiga tahun kurang lebih memimpin SMPN 1 Lewolema, sudah 4 siswa disertakan dalam Lomba tingkat nasional, diantaranya Priska Lolita Prada Ruron, Lomba menulis Camelia Marang mengikuti Jambore Nasional, dan di tahun 2017 menyertakan dua siswa Yansir Ruron dan Elisabeth Bota mengikuti Kongres Anak Nasional di Bekasi Jawa Barat.Demikian juga untuk guru, selalu ada ruang terbuka yang diberikan kepada guru guru untuk mengikuti kompetisi di tingkat nasional dalam peningkatan profesionalismenya sebagai guru.

Jebolan Sarjana Pendidikan Undana Kupang, Jurusan Bimbingan Konseling ini, dalam kepemimpinanya sangat mengedepankan pelayanan, kekeluargaan, keteladanan, tanggungjawab, dan transparansi. Hampir lengkap, karakter positif melekat pada Ketua Kempo Flores Timur ini. Dengan karakter demikian, ia sangat diterima dikalangan guru, siswa juga masyarakat di Dusun Welo.

"Bicaranya sedikit kerjanya banyak. Tampilannya sangat sederhana. Kelebihan yang paling menonjol adalah santun dan selalu memberi teladan. Tanggungjawab tidak bisa ditanya lagi, "kesan Pieter Kia Kedang, Guru Bahasa Indonesia pada SMPN 1 Lewolema.

Selain Pieter Kedang, pengakuan lain datang dari Bapa Ali, Guru Fisika. Pa Ali mengatakan, sudah sekian sekolah Ia bertugas baru kali ini mendaptkan pemimpin yang benar benar pemimpin. "Pa Soli itu Kepala SMPN 1 Lewolema, tetapi dalam menjalankan tugasnya Ia bukan sebagai Kepala tetapi pemimpin, dan pemimpin yang melayani. Gaya kepemimpinannya sangat bagus. Tidak membuat sekat, atau blok blok di sekolah. Dan setiap hari ceria saja kami di sekolah, "kata Ali Bapa.

Bagi Solirus Soda, Kepala Sekolah bukanlah jabatan, tetapi tugas tambahan yang dipercayakan. Dan dalam menjalankannya yang dikedepankan adalah pelayanan. "Kepala sekolah bagi kami adalah tugas tambahan, dan karena tugas harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab. Saya lebih suka menjadi pelayan daripada kepala. Di SMPN 1 Lewolema sejak 2015 hingga saat ini, saya selalu bangga dan bahagia karena bertemu dengan teman teman, keluarga besar SMPN 1 Lewolema yang menyenangkan, ceria dan selalu ingin sukses,"kata Solirus (Mmk)

Selasa, 06 Maret 2018

Agupena Flotim Hadirkan 300 Guru Sedaratan Flores, Lembata Ikut Seminar Nasional “ Literasi Digital” (Memperingati HUT Agupena Flotim ke – 3)

Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Flores Timur (Flotim) di Hari Ulang Tahun ke 3 tahun 2018 menggelar seminar nasional tentang literasi digital.

Seminar yang dihadiri ratusan pendidik dari daratan Flores dan Lembata ini  di gelar di Multi Event Hall Pembinaan Orang Muda Keuskupan Larantuka  Sabtu (3/3/18)

Seminar dibuka oleh Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon. Hadir Sekretaris Dinas PKO Flotim Diston Fernandez, Ketua Yayasan Persekolahan Katolik (Yapersuktim) Romo Thomas Labina, Pr, kepala UPTD, Kepala Sekolah dan sebanyak 342 peserta seminar yang berasal dari Kabupaten Flores Timur, Lembata, Sikka hingga Ngada. Termasuk penggiat Taman Baca, Ibu PKK dari desa di Kabupaten Flores Timur.

Ketua Agupena Flotim, Maksimus Masan Kian mengantar seminar dengan mengatakan pentingnya seminar hari itu dan tantangan setelahnnya. Kata Maksi belum apa – apa menyelenggarakan seminar. Terpenting pasca seminar apa yang harus dilakukan.

Ia juga menceritakan kilas balik terbentuknya Agupena Flotim 3 tahun silam. “1 Maret 2018 3 tahun silam, bertempat di salah satu ruang kelas yang kami pinjam waktu itu di SMAN 1 Larantuka. Sedikitnya 26 guru berikrar membentuk sebuah wadah yang namanya Asosasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur sejak itu bersama teman teman guru kami berproses hingga saat ini. Usia kami masih balita, tentu belum banyak yang dapat kami lakukan dalam menumbuhkan iklim ilimiah dan bersama mendorong meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Flores Timur, olehnya dukungan selalu kami harapkan dalam gerakan bersama meningkatkan kualitas pendidikan di Flores Timur.

Maksi mengatakan pentingnya literasi digital, bahwa sudah saatnya, kemampuan membaca masyarakat terutama generasi muda perlu diarahkan dengan kecerdasan memahami arus informasi digital dan keadaban bermedia sosial. Jangan sampai, perkembangan digital menimbulkan masalah dan menciptakan konflik di tengah masyarakat, kata Maksi.

Bupati Anton Hadjon mengapresiasi Agupen Flotim dibawah kepemimpinan Maksimus Masan Kian yang selalu teguh dalam gerakan literasi meski dihujani banyak kritikan.

Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon mengaku kagum dengan kegiatan yang dilakukan Agupena Flotim selama ini. Diam – diam, dalam kapasitasnya sebagai Kepala Daerah selalu mengamati gerakan literasi di Flotim selama ini dihidupkan oleh guru guru kampung.

Bagi Bupati Anton, tak perlu gedung yang megah sebagai perpustakaan. Cukup dengan sebuah gubuk kecil yang penting menyediakan buku bacaan yang memadai. Selain itu disertai motivasi yang mengajak masyarakat terutama anak sekolah untuk selalu membaca buku.

Bupati Flotim berjanji jika gerakan literasi sudah mengakar di masyarakat, baru ia bersedia mendeklarasikan Flotim sebagai Kabupaten Literasi. Menurut Bupati Anton gerakan literasi di Flotim terus berkembang setiap hari dan berharap selalu bertumbuh dan mengakar di masyarakat. Hidupnya gerakan literasi di Flotim kata Bupati Anton tidak lepas dari inisiatif orang muda terutama guru muda yang terwadah dalam Agupena Flotim.

Tak lupa ia berpesan kepada para guru agar menjadi seorang penulis yang baik, bijak menggunakan media sosial dalam bingkai nilai nilai Kelamaholotan. Terutama dalam menyampaikan kritik dan saran agar tetap menjaga sopan santun sebagai Orang Lamaholot.

Hadir sebagai narasumber, Herwin Hamid, S.Pd, M.Pd, Guru Berprestasi Tingkat Nasional Bindang Literasi Digital, Yanuardi Syukur, S.Sos, M.Si, Pengurus Agupena Pusat, Yohanes Donbosco Lobo, S.Pd, Perintis Gerakan Katakan Dengan Buku, Santi Sima Gama, S.Psi, M.Pd, Penulis, Thomas Akaraya Sogen, M.B.A, Ketua Agupena Wilayah NTT, Plasidus H. Fernandez, Sekretrias Dinas PKO Flotim, Romo Thomas Labina, Ketua Yapersuktim dan Maksimus Masan Kian, S.Pd, Ketua Agupena Flotim. ( Humas Agupena Flotim)


Jumat, 09 Februari 2018

Agupena Flotim Audience Bersama Kadis PKO Flotim (Persiapan Seminar Nasional di HUT Agupena ke 3)

Menyongsong HUT Agupena Flotim ke 3 Asosisasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Flores Timur (Flotim) akan menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Literasi Digital” Seminar nasional ini akan menghadirkan pembicara yang pakar di bidangnya masing – masing.

Panitia menargetkan 500 peserta yang akan mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Gedung OMK Ini.

Agupena Flotim diusianya masih dini namun kiprahnya sudah membahana sampai ke pelosok flores timur bahkan sudah menjalar smpai pada tingkat Nasional. Tidak hanya bergerak di satu bidang saja melainkan semua lini kehidupan, bukan hanya sebatas tulisan, mengajak generasi,memberi peran dengan aksi nyata adalah eksekusi dari pikiran atau gagasan yang terangkum, itulah jiwa dan komitmen yang tumbuh dalam diri Agupena Flotim.


Menyambut HUTnya yang ke 3, Rabu, 07/02/201 panitia HUT dibawah pimpinan Ketua Agupena Flotim Maksimus Masan Kian beraudience dengan Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas PKO Kabupaten Flores Timur terkait beberapa kegiatan praHUT, hari H dan setelah HUT serta RTLnya. Dalam audence, bapak Kadis PKO sangat merespon dan memberi dukungan positif, beliau berharap kiranya Agupena Flotim terus berkarya dan tetap semangat dalam pendampingan literasi. Respon positif dari Kadis PKO kab. Flotim ini, memberi nilai tersendiri sekaligus sebagai motivasi untuk anggota Agupena sehingga dalam menjalankan tugas senantiasa menjunjung tinggi nilai kehidupan.
Disamping itu, beliau juga sangat mengharapkan semua guru- guru di flores timur agar bisa mengikuti kegiatan seminar Literasi Digital yang sedianya terjadi pada tanggal 03 Maret 2018 bertempat di gedung OMK Larantuka. Hal ini sangat penting dan akan memberi nilai tambah bagi guru-guru karena pembicara atau Narasumbernya sangat ahli dan level Nasional bahkan Internasional.
Agupena Flotim mengajak para penggiat Literasi, para Guru dan masyarakat untuk bekerja sama mencerdaskan generasi flores timur, bersama kita merubah wajah Flores Timur dari hal yang sederhana.(Valentinus Balack Waton- Pengurus Agupena Flotim)