Senin, 13 Agustus 2018

Dirimu Kubanggakan


Dirimu Kubanggakan
Karya : Godeliva Blolon
(Gudep SMA PGRI Larantuka)

Disetiap derap langkah memori hidupku,
dirimu tak pernah kulihat.
Tak pernah ada dalam mimpi dan kehidupanku.
Karna bagiku dirimu merupakan sosok yang tangguh
sosok  yang berani melawan kekalahan
bahkan bagaikan bintang yang tidak bisa disentuh
hingga sulitku bertemu denganmu

Perjuanganku menemukan banyak kegagalan
harapanku meraih banyak kekalahan
namun dengan semangat juangku
dengan semangat perjuangan yang kuimpikan
akhirnya aku bisa bertemu denganmu
Kak Maksimus Masan Kian

Bertemu denganmu, pada tempat yang tak ku duga
bertepatan dengan hari Pramuka
di Leworahang Desa ile Padung dalam kegiatan literasi.
Aku bangga padamu!



Bumi Perkemahan Leworahang, 13 Agustus 2018



Sunset Sore Itu

Sunset Sore Itu
Oleh     : Lusia Putri H. Mukin
(Gudep SMAK Frateran Podor Larantuka)

Kelembutan cahayanya
memikat hati dan jiwa
air gemericik, remang-remang
mengaum ditelingaku

Teringat akan senja sore itu
dari dalam kemah kumenatap
awan berbalut cahaya
memancarkan sinar semangat

Itu senja terindah
dihiasi sunset merah kekuningan
disambut meriah
oleh pengangum rahasia

Yang meninggalkan bekas
dalam dada, yang kagum
akan karya sang khaliq
sunset sore itu begitu indah

Ketika menghilang
ada kekecewaan dalam dada
namun hati masih menerima
bahwa semua ada waktunya

Sunset sore itu
mengaunkan suara yang menggelora
menggebu ingin kembali lagi
menatap indah sore itu

Kan ku ingat cahaya itu
dalam benakku sendiri
dan kan selalu membekas
dalam hati, pikiran dan jiwa

Hanya tanpa kata kumenatap
dan hanya dalam doa
ku bicara tentang
indahnya sunset sore itu

(Lusia Putri H. Mukin)

Bumi Perkemahan Leworahang, 13 Agustus 2018




Kebersamaan Dalam Pramuka

Kebersamaan mungkin terdengar biasa dalam hidup kita. Tetapi kebersamaan didalam PRAMUKA (Prajamuda Karana) terasa sangat berbeda. Kebersamaan dalam Pramuka mempunyai kenangan tersendiri. Kita akan merasakan bagaimana harus jauh dari orang tua yang kita sayang, makan seadanya, tidur beralaskan tikar, dan tantangan lainnnya. Semua itu terasa bahagia karena kita jalani bersama. 

Dalam kebersamaan membuat kita bisa mengerti tentang kesederhanaan. Sesuatu hal yang susah dimudahkan saat dilakukan secara bersama. Bumi Perkemahan Leworahang Kecamatan Lewolema, tahun ini menjadi saksi wujud kebersamaan itu. Kita mersakan seperti mempunyai keluarga baru. Dalam keterbatasn kita berjuang dan belajar dalam Momentum Perkemahan Tingkat Kwarcab yang dimulai sejak tanggal 11 -15 agustus 2018. 

Proses belajar bersama di Bumi Perkemahan menjadi bekal untuk meraih mimpi dan asa di masa yang akan datang. Kita dilatih disiplin, mandiri, jujur dan bertanggungjawab. Pengetahuan kita dapatkan, keterampilan kita peroleh dan sikap kita dapat terbentuk. Setiap momen yang kita lewati dalam perkemahan akan menjadi kenangan dan sejarah dalam litani hidup kita.(Mustaqim B. Malakalu/ Gudep SMA Muhammadiyah Lamahala)

Berliterasi di Bumi Perkemahan

Leworahang, Desa Ile Padung, Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur (Flotim) menjadi pusat Kegiatan Pramuka Tingkat Kwarcab Flotim Tahun 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh utusan dari berbagai Gugus Depan (Gudep) se- Flotim.

Dari jadwal yang dibagikan, banyak sekali kegiatannya. Salah satu kegiatan yang tak kalah menarik yakni kegiatan literasi. Kegiatan ini dibawakan oleh Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Flotim, Kak Maksimus Masan Kian. Hadir sebagai peserta, pada kegiatan yang terlaksana Senin pagi (13/8/18) di Aula SDK St. Antonius Padua Leworahang ini adalah para penegak dari masing – masing Gudep.

Kak Maksi mengawali kegiatan ini dengan perkenalan. Antusiasnya dalam memperkenalkan diri, membuat peserta antusias memperhatikan setiap pembicaraannya. Performance narasumber ini, dapat ditebak, ia memiliki pengalaman hebat di jalan literasi. Saya dan teman-teman sepertinya terhipnotis dengan gaya bicaranya.

Pada sesi pemberian materi dan praktek tentang menulis, Kak Maksi melibatkan semua peserta sehingga kegiatannya sangat seru. Tampak para peserta menulis, membacakan argumen dan pendapatnya di depan.

Kak Maksi mengawali materinya dengan sebuah pertanyaan,”Apakah menulis itu mudah....?. Sekian banyak peserta, hanya satu orang peserta yang angkat tangan dan menyatakan setuju, bahwa menulis itu mudah. Sementara yang lain, termasuk saya masih dihantui kesulitan menulis sehingga tidak berani mengangkat tangan. Siswa yang menyatakan menulis itu mudah, adalah seorang putri, berasal dari Gudep SMA Demon Pagong. Baginya, menulis itu mudah karena ia sudah beberapa kali menulis puisi dan cerpen dan mendapat ruang publikasi di Majalah Dinding (Mading) dan Majalah Pendidikan. Baginya, kesulitan menulis bisa diatasi karena proses latihan. Kak Maksi juga memberikan kesempatan kepada beberapa teman menyampaikan kesulitan menulis. Terungkap beberapa alasan kesulitan menulis karena kebiasaan menggunakan Bahasa daerah, malas membaca dan juga ruang kreasi jarang ditemukan dalam menyalurkan bakat menulis.

Ada tiga syarat menulis menurut Kak Maksi yaitu pertama harus ada kemauan dari diri si penulis. Jika ia mau maka ia akan menulis. Kedua, mesti ada kemampuan sehingga timbul adanya motivasi dari dalam diri untuk mau menulis. Ketiga, harus memiliki pengetahuan tentang banyak hal. Dan untuk kemampuan yang ketiga ini, sangat didukung dengan kebiasaan membaca.

Bagi saya, kegiatan ini sangat menyenangkan. Sebagai peserta, saya sangat termotivasi dan bertekad untuk terus meningkatkan kemampuan saya dalam menulis. Saya menaru harapan pada komponen terkait untuk selalu ada agenda kegiatan seperti ini pada kegiatan Pramuka. (Yulius Charlos Gate Onan/Gudep Seminari San Dominggo Hokeng)



Rabu, 08 Agustus 2018

IMW BANGUN TAMAN BACA DI DESA RIANGDULI (Kado Untuk Desa Riangduli Pada Kegiatan Gelekat Lewo 2018)

Ikatan Mahasiswa Witihama (IMW) Kupang, memberikan kado sebuah Taman Baca di Desa Riangduli Kecamatan Witihama dalam Kegiatan Gelekat Lewo Tahun 2018. Taman baca yang diberi nama Taman Baca Riangduli ini secara resmi diluncurkan pada Sabtu (4/8/18) oleh Beato Lamawuran, Kepala Bidang PAUD Dikmas, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur.
Bangunan seluas 3 x  4 meter dengan bahan dari bambu dan batang kelapa ini dibangun persis di samping Kantor Desa Riangduli. Melalui donasi dari Asosiasi Guru Penulis Indoensia (Agupena) Flotim yang bekerjasama dengan Jhon Lobo Koordinator Umum Gerakan Katakan dengan Buku (GKdB), taman baca ini sudah disi dengan sekian bahan bacaan. Memenuhi permintaan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli, taman baca ini kedepan lebih difokuskan pada literasi pertanian. Sementara ini, jumlah buku yang ada di Taman Baca Riangduli masih didominasi buku tentang pertanian dan peternakan.

Thomas Emanuel Tokan, Ketua IMW Periode 2018/ 2019 pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Riangduli yang dengan tangan terbuka dan hati tulus menerima IMW melakukan Kegiatan Gelekat Lewo di Desa Riangduli. Bagi Emanuel, penerimaan Pemerintah Desa Riangduli dan seluruh warga adalah bentuk penghormatan dan dukungan dalam proses belajar generasi muda Lewotana yang sedang berproses di bangku kuliah dan tergabung dalam oragnisasi IMW. “Mewakili seluruh pengurus dan anggota Ikatan Mahasiswa Witihama Kupang, menyampaikan terima kasih atas keterbukaan dan ketulusan segenap Warga Desa Riangduli menerima kami melakukan Kegiatan Gelekat Lewo di desa ini. Tidak banyak yang kami bagikan. Justru kami belajar banyak di tempat ini. Kami tidak memberikan kado yang istimewa, hanya sebuah pondok ilmu. Taman Baca Riangduli, semoga ke depan dapat dimanfaatkan untuk generasi muda dalam menjemput mimpi dan cita-cita mereka,”kata Emanuel.

Kepala Desa Riangduli, Silvinus Lego Ola pada kesempatan yang sama, menyampaikan terima kasih kepada IMW Kupang, Dinas PKO Flores Timur, Pemerintah Kecamatan dan Agupena Flotim yang sama – sama memberi kepedulian untuk Desa Riangduli. “Kehadiran Taman Baca di Desa Riangduli adalah kerinduan saya sebagai kepala desa dan warga di Desa Riangduli. Selama ini kami pemerintah desa telah membentuk Warga Belajar yang terdiri dari siswa SD, SMP dan SMA. Kita menghadirkan narasumber untuk membimbing mereka dalam belajar, menulis juga memberikan mereka hadiah bernilai edukatif saat mereka berprestasi di sekolah. Mereka belum punya ruang yang pas untuk bisa saling berbagi. Dan hari ini, dengan hadirnya taman baca ini, tentu memberikan semangat baru untuk kami bergerak bersama melakukan pendampingan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka,”ungkap Silvinus.

Beato Lamawuran, Kepela Bidang PAUD Dikmas dalam sambutan sebelum meresmikan taman baca menyampaikan profisiat kepada IMW yang telah membangun kerjasama yang baik dengan para pihak hingga bisa membangun taman baca di Desa Raingduli. “Profisiat Mahasiswa Witihama Kupang, kamu telah memberikan contoh yang baik dan tempat ini kemudian akan digunakan untuk generasi Lewotana. Kita berharap, Taman Baca Riangduli boleh memberi manfaat dan dampak positif untuk generasi muda di desa ini. Kami juga meminta kepada Pemerintah Desa untuk memberikan kenyaman kepada anak –anak yang menggunakan tempat ini,”kata Beato.
Turut hadir pada kesempatan itu, Maksimus Masan Kian, Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia ( Agupena) Flotim, Koordinator Dinas PKO tingkat Kecamatan Witihama, Koordinator Agupena Kecamatan Witihama, Agusallim Bebe Kewa, Para Kepala Sekolah, guru, para siswa dan warga Riangduli.(MMK)