Jumat, 12 Oktober 2018

Tidak Hanya Jago Menulis Ia Juga Hebat Akting

 (Asy'ari Hidayah Hanafi- Pengrus Agupena Flotim)

Kelebihannya diantara teman - teman Agupena Flotim adalah, ia tidak hanya jago menulis, tetapi juga hebat dalam akting. Di dunia menulis, banyak karya jurnalistik yang kritis seputar kesenjangan sosial yang ada di masyarakat telah ia goreskan. Beragam karya tulisnya seputar jalan yang rusak, pelayanan kesehatan yang tidak memadai, gedung sekolah yang tidak layak dan berbagai pristiwa dan kondisi lain yang ia suarakan lewat tulisan. Ketekunan dalam proses menghantarnya memiliki kemampuan seperti saat ini.

Soal kemampuan aktingnya, banyak diantara teman-teman Agupena Flotim, tidak mengetahuinya. Demikian salah satu kekhasannya. Berproses dalam diam. Ia memulai dari kampung halamannya di Wewit Kecamatan Adonara Tengah. Berbekal kemampuan dasar tentang seni yang ia peroleh sejak di bangku kuliah, ia berhasil menghantar kelompok teater di kampunya, tampil memukau penonton saat acara pergelaran seni di Taman Raya Waiwerang yang digelar Mahasiswa Makasar.

Kepekaan seorang Silvester Petara Hurit (Pendiri Nara Teater) menemukan, mengajak dan kemudian memolesnya menjadi seorang seniman berkarakter dan lolos seleksi untuk tampil di Jakarta pada momentum Pekan Teater Nasional dengan pementasan Seni Teater berjudul "Ina Liko Lewo", Sabtu (13/10/18) di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta, tepat Pkl.20.00 WIB.

Saat ini bersama rekan rekan Nara Teater, dalam penerbangan Surabaya- Jakarta. Di sana nantinya, mereka akan tampil dan bersandingan dengan sembilan (9) Komunitas Tetaer se Indonesia yang lolos kurasi. Kesembilan Komunitas Teater itu diantaranya: Teater selembayung (Pekan Baru), Teater Bel (Bandung), Teater Akar (Tegal), Teater Yupa (Samarinda), Teater Sirat (Surakarta), Teater Akar Pohon (Lombok), Teater Rumah Mata (Medan), Teater Tobong (Surabaya) dan Kala Teater (Makasar).

Ini menjadi pengalaman pertamanya, tampil dipanggung Ibu Kota Negara, di Taman Ismail Marzuki. Taman bergensi untuk penampilan teater-teater bergensi se Nusantara.
Sahabat Asy’ari Hidayah Hanafi, bersama teman -teman Agupena Flotim,kami memberikan dukungan penuh dan doa yang khusuk untuk penampilan terbaikmu bersama teman teman Nara teater.Sallam bangga! (Mmk)


Kamis, 11 Oktober 2018

KPRI Usaha Jaya Gelar Pendidikan dan Pelatihan Anggota

 (Suasana Diskusi Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Anggota KPRI Usaha Jaya)

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Usaha Jaya Larantuka pada Kamis –Sabtu (11-13/10/18) menggelar Pendidikan dan Pelatihan Anggota. Kegiatan ini dipusatkan di Rumah Bina Saron larantuka beralamat di Kelurahan Larantuka, Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur (Flores Timur). Peserta yang hadir adalah, utusan anggota KPRI Usaha Jaya yang tersebar di 27 Koordinator Wilayah (Korwil) se Kabupaten Flotim.
                Ketua Panitia, Yohanes Sabon, dalam laporan kepanitiaan menyampaikan, kegiatan pendidikan dan pelatihan di KPRI Usaha sifatnya rutin setiap tahun. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yakni, meningkatkan wawasan anggota tentang koperasi, sarana pendidikan dan pelatihan, memotivasi anggota untuk mencintai organisasi koperasi dan lain- lain. 

                Gregorius Talu Werang, Ketua KPRI Usaha Jaya dalam sambutan membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada anggota koperasi yang antusias hadir dari berbagai wilayah di Kabupaten Flotim mengikuti pendidikan dan pelatihan berkoperasi. “Terima kasih untuk antusias teman – teman yang telah hadir di tempat ini. Kehadiran teman – teman, tentu beralasan, bahwa sekian banyak manfaat koperasi telah kita rasakan.Hari ini hingga Hari Sabtu, kita akan berproses dan berdinamika bersama. Semakin kita belajar, semakin kita memahami dan mencintai koperasi. Di koperasi kita mendapatkan banyak keuntungan. Dalam bimgkai kekeluargaan, persaudaraan, kita saling membantu satu dengan yang lainnya. Kesulitan yang kita rasakan dicarikan solusinya secara bersama – sama. Wadah koperasi adalah organisasi yang cocok untuk meraih sejahtera,”kata Goris Werang.
                Selama tiga hari, peserta pelatihan mendapat materi dari 2 narasumber yang berasal dari Lembaga Pendidikan Perkoperasi Daerah (LAPENKOPDA) Kabupaten Flores Timur yakni Siprianus Benaku dan Bernadus Makin. Materi yang dibagikan seputar organisasi koperasi, motivasi berorganisasi, prinsip koperasi, perhitungan neraca, perhitungan Sisa Hasil Usaha (SHU)  dan lain – lain. (Mmk)

Senin, 01 Oktober 2018

BUKU OLE OLE HARI BAE NAGI KARYA WENTO ELIANDO DILUNCURKAN BESOK (Catatan Perjalanan Jurnalistik dibalik Semana Santa Flores Timur)


Besok Selasa, 2 Oktober 2018, pukul 17.00 Wita sampai selesai, bertempat di IBC (Ini Bukan Café) Taman Kota Felix Fernandez Larantuka, akan diadakan launching (Peluncuran) buku berjudul “Ole Ole Hari Bae Nagi”, karya Wentho Eliando (Wartawan Harian Umum Flores Pos).

Materi dan seluruh rangkaian acara peluncuran buku tersebut ditangani dan dikerjakan oleh CIG & IBC Community, sebuah Event Organizer (EO) dari orang muda yang kaya kreatifitas dan inovatif yang selama ini berkarya di bumi Lamaholot, Kabupaten Flotim.

Pada acara peluncuran buku tersebut akan tampil Nara Teater, sebuah teater seni dan budaya besutan sutradara nasional asal Flotim, Silveter Petara Hurit. Nara Teater mementaskan teater tentang “Ina Lewo”, garapan Silvester Petara Hurit. Cerita tentang “Ina Lewo” ini akan dipentaskan pada Pekan Teater Nasional di Graha Bakti Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 13 Oktober 2018 mendatang. Selain Nara Teater, tampil sejumlah kelompok seni dan budaya Lamaholot, Flotim.

Tentang Buku Ole Ole Hari Bae Nagi



“Ole Ole Hari Bae Nagi” karya Wentho Eliando, diterbitkan oleh Penerbit Nusa Indah Ende, dengan tampil isi dan foto (gambar) full colour ini, merupakan sebuah buku yang isinya merupakan kumpulan artikel-artikel catatan karya perjalanan jurnalistik dari penulis selama bertugas sebagai wartawan Flores Pos di wilayah Kabupaten Flotim sejak tahun 2013 hingga tahun 2018.


Buku ini mengangkat dan menyajikan, bahwa Flores Timur tidak hanya memiliki keunikan dan sakralnya ziarah religius dan tradisi Semana Santa (Pekan Suci) atau orang Nagi Larantuka menyebut Hari Bae. Flores Timur memiliki keindahan lain. Keunikan, eksotisme alam, adat istiadat dan budayanya menggetarkan dan menggerakan.


Ada objek wisata alam, baik bahari maupun pegunungan. Pantai pasir putih Blawi, pasir putih 1001 batu bergambar di Pantai Ina Burak, Neren dan Watotena, daya tarik Teluk Kelambu Kapal Pesiar, Gundukan Pasir putih di tengah laut Gugusan Pulau Meko, ada kisah asmara di Danau Waibelen, air terjun bertingkat tiga Wai Nuwu setinggi 70 meter, sunset menakjubkan tenggelam di bibir pantai air panas Waiplatin. Dan kekayaan kehidupan adat - budaya masyarakat yang patut diselami lebih dalam lagi.


Catatan perjalanan jurnalistik dalam kemasan Ole-Ole Hari Bae Nagi yang tersaji dalam buku sederhana ini, minimal pembaca sekalian, bisa sedikit lebih mudah dan lebih mengenal Flores Timur. Anda sekalian bisa mempersiapkan diri yang cukup baik. Waktu yang cukup rapih. Dan cobalah untuk “terjerumus” menjelajahi seluruh isi Flores Timur.


Seluruh isi buku yang berjumlah 125 halaman berbentuk landscape ini, terdiri dari 4 bagian, yakni Ziarah Rohani Semana Santa (6 Artikel), Ziarah Rohani Flores Timur (4 Artikel), Wisata Terdekat Kota Reinha Rosari (18 Artikel) dan (4) Flores Timur Dalam Catatan (5 Artikel).

Tentang Penulis


WENTHO ELIANDO. Lahir, 14 Agustus 1976 di Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores - NTT. Aktif bergelut di media masa cetak mulai tahun 2000 diawali sebagai staf redaksi Harian Umum FLORES POS edisi terbitan di Jakarta. Tahun 2002-2004, wartawan Tabloid Ekonomi Dwi Mingguan BENTARA, terbitan Jakarta. Tahun 2004 - 2007, wartawan Majalah Lingkungan Hidup HARMONI, terbitan Jakarta.


Akhir tahun 2009, kembali ke tanah kelahiran dan bergabung sebagai wartawan di Mingguan FLORES FILE dan Kontributor (wartawan lepas) wilayah Flores media BENTARAONLINE.COM, terbitan Jakarta. Kontributor (wartawan lepas) Harian FLORES POS, terbitan NTT wilayah peliputan Kabupaten Sikka pada 2011 hingga 2012. Januari 2013, bergabung sebagai wartawan Harian Umum FLORES POS, terbitan NTT dan mendapat penugasan di wilayah Kabupaten Flores Timur.


Selain menulis berita-berita harian, aktif menulis featur di Harian Umum FLORES POS. Beberapa featur yang sudah dipublikasikan, yakni Catatan Kecil Jelang Pilkada Sikka, "Politik Ibarat Pesilat", "DPRD Sikka Wajar Dengan Pengecualian", "Air Terjun Wair Bekor: Air yang Menyejukkan", "Kawalelo, Keindahan Tersembunyi", "DPRD Kabupaten Flotim 2014-2019: Ada Gambar Tanpa Wajah", "Danau Asmara, Obyek Wisata Alam 'Kepala Nusa Nipa'" dan beberapa tulisan lain yang hampir semuanya sudah dikemas dalam buku ini.

Beberapa karya tulisan yang telah dibukukan diantaranya, "Minimnya Faskesda dan Jaminan Sosial: Basira, Dusun Terlewatkan" merupakan Buku Kompilasi yang diterbitkan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tahun 2015 dan menulis buku “Karyamu Karya Bersama” Jelak WVI di Tanah Lamaholot, Kabupaten Flores Timur tahun 2016 bersama Maksimus Masan Kian. “Ole-Ole Hari Bae Nagi” - Catatan Perjalanan Jurnalistik di Balik Semana Santa-Kabupaten Flores Timur, merupakan buku seri perdana dari Penulis. *

Puisi Buat Bung Sila di Hari Kesaktian Pancasila (Karya Anggota Komunitas SMPN 1 Lewolema)

(Bung Sila saat memberikan motivasi dan ceritra pengalaman mengelilingi Indonesia dalam Misi Pancasila di hadapan Anak- anak Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema, Pantai Waro 18 September 2018)  

Pada suatu kesempatan di Bulan September 2018, Komunitas Literasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Lewolema, menundang Liberius Langsinus alias Bung Sila untuk memberikan motivasi seputar perjalananannya mengelilingi Indonesia dalam misi Pancasila Sakti. Sejak pertemuan itu, siswa yang tergabung dalam Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema sangat termotivasi dan terinspirasi. Wujud dari inspirasi terhadap cerita pengalamannya Bung Sila itu kemudian dituangkan dalam bait- bait puisi berikut ini.

MENAGIH MIMPI
Senja itu...
dibalik pohon asam
ada tatap yang menerawang
pada jejak sang pahlawan menagih mimpi

Senja itu...
parade awan yang saling mendahului
penasaranku kini terungkap
terkenang ceritra tentang sang pahlawan
menagih mimpi
Dari hutan belantara dikelilingi binatang buas
sampai lumpur dijadikan makanannya

Senja itu...
mempertemukan kita dibalik pohon asam
sungguh pantas dirimu sebagai seorang pahlawan
satu-satunya Putra NTT yang membawa
misi Pancasila Sakti keliling Indonesia
Bung Sila.... teruslah semangat menagih mimpi
Kau Pahlawanku



Karya: Inka Ruron (IX C)

BUNG SILA
Bung Sila namanya
semangat membaranya mengajarkan
nilai-nilai pancasila kepada generasi
penerus bangsa
terjangnya air sungai di Kalimantan
sempat menghanyutkanmu
namun kau masih bisa selamatkan diri

Bung Sila...
kau mengelilingi hutan Kalimantan
yang begitu lebat
rerabut-serabut pohon kau jadikan kasurmu
lumpur adalah makananmu
kau mengelilingi Indonesia demi
mengajarkan pancasila.
Tinggal di desa-desa terpencil
untuk menyelamatkan anak-anak bangsa
yang melarat
perjuanganmu patut ditiru



Karya: Agnes Yuliana Ema Lebuan (IX C)



BUNG
Kau pahlawan
penegak pancasila
dalam dirimu
tercermin Sila Pancasila
engkaulah Bung... ?
Sungguh....

Pribadi bangsa dalam dirimu
Burung Garuda di dadamu
membawa semangat perubahan
kau laksana pancasila
menjadi dasar bangsa
engkau penuntun hidup bangsa
terima kasih Bung




Karya: Elisabeth Bota Ruron (VIII A)




PATUT DITIRU
Semangat juangmu patut ditiru
mengeliling Indonesia
demi menolong orang yang susah
mengajarkan pancasila
dengan semangat tanpa dibayar
mengelilingi Hutan Kalimantan
lumpur, daun, dan rumput kau jadikan makanan

Bung Sila
tanpa berputus asa
kau terus berjuang
kau adalah pejuang yang patut ditiru
kau melewati hutan dan menyeberangi lautan di Indonesia

Bung Sila
jiwa pemberanimu patut diteladani
semangat juangmu layak untuk diwariskan
terima kasih Bung Sila
telah memperjuangkan keadilan dan pancasila sakti
Kau adalah pejuang yang hebat



Karya: Theresia Ina Koten (VIII A)




TENTANGMU
Ini tentangmu
tentang kamu Sang Pahlawan
berkorban untuk rakyat yang sedang sakit
berjalan mendaki bukit yang tinggi
menelusuri hutan rimba yang lebat
siang malam menetap di hutan
dikelilingi binatang buas
lumpur dijadikan makananmu

Engkau
engkau sang Pahlawan
menegakan kebenaran
membebaskan rakyat dari penderitaan
memperjuangkan pancasila sakti
hingga engkau dijuluki Bung Sila
beribu terima kasih untukmu Bung Sila
Pancasila Sakti Indonesia Jaya


Karya: Yanti Kelen (IX A)