Besok Selasa,
2 Oktober 2018, pukul 17.00 Wita sampai selesai, bertempat di IBC (Ini Bukan
Café) Taman Kota Felix Fernandez Larantuka, akan diadakan launching
(Peluncuran) buku berjudul “Ole Ole Hari Bae Nagi”, karya Wentho Eliando
(Wartawan Harian Umum Flores Pos).
Materi dan seluruh rangkaian acara peluncuran buku tersebut ditangani dan
dikerjakan oleh CIG & IBC Community, sebuah Event Organizer (EO) dari orang
muda yang kaya kreatifitas dan inovatif yang selama ini berkarya di bumi
Lamaholot, Kabupaten Flotim.
Pada acara peluncuran buku tersebut akan tampil Nara Teater, sebuah teater seni
dan budaya besutan sutradara nasional asal Flotim, Silveter Petara Hurit. Nara
Teater mementaskan teater tentang “Ina Lewo”, garapan Silvester Petara Hurit.
Cerita tentang “Ina Lewo” ini akan dipentaskan pada Pekan Teater Nasional di
Graha Bakti Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 13 Oktober 2018 mendatang. Selain
Nara Teater, tampil sejumlah kelompok seni dan budaya Lamaholot, Flotim.
Tentang Buku Ole Ole Hari Bae Nagi
“Ole Ole Hari Bae Nagi” karya Wentho Eliando, diterbitkan oleh Penerbit Nusa
Indah Ende, dengan tampil isi dan foto (gambar) full colour ini, merupakan
sebuah buku yang isinya merupakan kumpulan artikel-artikel catatan karya
perjalanan jurnalistik dari penulis selama bertugas sebagai wartawan Flores Pos
di wilayah Kabupaten Flotim sejak tahun 2013 hingga tahun 2018.
Buku ini mengangkat dan menyajikan, bahwa Flores Timur tidak hanya memiliki
keunikan dan sakralnya ziarah religius dan tradisi Semana Santa (Pekan Suci)
atau orang Nagi Larantuka menyebut Hari Bae. Flores Timur memiliki keindahan
lain. Keunikan, eksotisme alam, adat istiadat dan budayanya menggetarkan dan
menggerakan.
Ada objek wisata alam, baik bahari maupun pegunungan. Pantai pasir putih Blawi,
pasir putih 1001 batu bergambar di Pantai Ina Burak, Neren dan Watotena, daya
tarik Teluk Kelambu Kapal Pesiar, Gundukan Pasir putih di tengah laut Gugusan
Pulau Meko, ada kisah asmara di Danau Waibelen, air terjun bertingkat tiga Wai
Nuwu setinggi 70 meter, sunset menakjubkan tenggelam di bibir pantai air panas
Waiplatin. Dan kekayaan kehidupan adat - budaya masyarakat yang patut diselami
lebih dalam lagi.
Catatan perjalanan jurnalistik dalam kemasan Ole-Ole Hari Bae Nagi yang tersaji
dalam buku sederhana ini, minimal pembaca sekalian, bisa sedikit lebih mudah
dan lebih mengenal Flores Timur. Anda sekalian bisa mempersiapkan diri yang
cukup baik. Waktu yang cukup rapih. Dan cobalah untuk “terjerumus” menjelajahi
seluruh isi Flores Timur.
Seluruh isi buku yang berjumlah 125 halaman berbentuk landscape ini, terdiri
dari 4 bagian, yakni Ziarah Rohani Semana Santa (6 Artikel), Ziarah Rohani
Flores Timur (4 Artikel), Wisata Terdekat Kota Reinha Rosari (18 Artikel) dan
(4) Flores Timur Dalam Catatan (5 Artikel).
Tentang Penulis
WENTHO ELIANDO. Lahir, 14 Agustus 1976 di Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau
Flores - NTT. Aktif bergelut di media masa cetak mulai tahun 2000 diawali
sebagai staf redaksi Harian Umum FLORES POS edisi terbitan di Jakarta. Tahun
2002-2004, wartawan Tabloid Ekonomi Dwi Mingguan BENTARA, terbitan Jakarta.
Tahun 2004 - 2007, wartawan Majalah Lingkungan Hidup HARMONI, terbitan Jakarta.
Akhir tahun 2009, kembali ke tanah kelahiran dan bergabung sebagai wartawan di
Mingguan FLORES FILE dan Kontributor (wartawan lepas) wilayah Flores media
BENTARAONLINE.COM, terbitan Jakarta. Kontributor (wartawan lepas) Harian FLORES
POS, terbitan NTT wilayah peliputan Kabupaten Sikka pada 2011 hingga 2012.
Januari 2013, bergabung sebagai wartawan Harian Umum FLORES POS, terbitan NTT
dan mendapat penugasan di wilayah Kabupaten Flores Timur.
Selain menulis berita-berita harian, aktif menulis featur di Harian Umum FLORES
POS. Beberapa featur yang sudah dipublikasikan, yakni Catatan Kecil Jelang
Pilkada Sikka, "Politik Ibarat Pesilat", "DPRD Sikka Wajar
Dengan Pengecualian", "Air Terjun Wair Bekor: Air yang
Menyejukkan", "Kawalelo, Keindahan Tersembunyi", "DPRD
Kabupaten Flotim 2014-2019: Ada Gambar Tanpa Wajah", "Danau Asmara,
Obyek Wisata Alam 'Kepala Nusa Nipa'" dan beberapa tulisan lain yang
hampir semuanya sudah dikemas dalam buku ini.
Beberapa karya tulisan yang telah dibukukan diantaranya, "Minimnya
Faskesda dan Jaminan Sosial: Basira, Dusun Terlewatkan" merupakan Buku
Kompilasi yang diterbitkan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tahun 2015
dan menulis buku “Karyamu Karya Bersama” Jelak WVI di Tanah Lamaholot,
Kabupaten Flores Timur tahun 2016 bersama Maksimus Masan Kian. “Ole-Ole Hari
Bae Nagi” - Catatan Perjalanan Jurnalistik di Balik Semana Santa-Kabupaten Flores
Timur, merupakan buku seri perdana dari Penulis. *