Jumat, 10 Maret 2017

Di Pundakmu Lewotana Terpatri *Buat APB - Agust Payong Boli


Di Pundakmu Lewotana Terpatri
*Buat APB - Agust Payong Boli

Ama... Ama... Ama...
Bangunlah dari tidur lelapmu
Buka mata, buka tangan, condong telinga
Garis takdirmu tak kenal usia muda
 Kau harus membangun
Jangan bimbang Ama
Teguhkan langkah di tengah badai
di tengah riuh gemuruh baju partai
Rakyat muak janji  manis kampanye

Ama... 
Lihatlah rakyat kecil di kota jagung
Menaruh asa pada pundakmu yang kokoh
Pada matamu yang terpatri mimpi
Kelak jangan tikam mereka
dengan amarah dari kursi kuasa
Basuh lidahmu dengan santun
pada ina-ina yang bertahan hidup
berpeluh lelah di bawah mentari
Dekap mesra anak-anak lugu
mengukir mimpi di bangku sekolah
dengar pinta mereka
Ini bukan negeri dongeng!

Ama... 
Lamaholot bersemayam di sukmamu
Putra Adonara tak boleh membangkang
Raih jemari pemuda laskar - laskar negeri
gelorakan semangat satukan hati
Lukis Indonesia dari rahim kau pijak
Tak perlu perintah membabi buta. 

Ama... 
Jangan redupkan mata batin
Rakyat tidak butuh banyak janji
Datang, lihat dan sentuh mereka
Politik seperti candu asmara
Mudah terlena jika kita lupa diri
Membangun bangsa bukan perkara mudah
Tanggalkan ego partai
rakyat bukan boneka mainan 

Bangun Lewotana, Bangun Indonesiamu. 




*Penulis Santi Sima Gama



Rabu, 08 Maret 2017

Kata Mereka (HUT Agupena Cabang Flotim ke-2 )

Alexander Take Ofong (Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur)
Saya sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT mengucapkan profisiat dan apresiasi setinggi- tingginya kepada Agupena Flotim yang walaupun baru berusia dua tahun, tetapi sudah berkiprah dengan gagasan – gagasan dan kerja – kerja cerdas, untuk melestarikangerakn literasi di Kabupaten Flores Timur ini.Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke dua dan semoga dengan momentum ulang tahun ke dua ini, gerakn literasi semakin membumi di Flores Timur dan peserta didik maupun guru – guru semakinakrab dengan literasi untuk kepentingan perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM), karena literasi adalah basis untuk mengembangkan SDM. Bagi peserta didik maupun guru- guru saya mengajak untuk bergandengan tangan dengan Agupena dalam memgembangkan kompetesi di bidang literasi. Kepada peserta didik, saya himbau untuk terlibat memulai meletahkan dasaryang kokoh dalam kemampuan literasi untuk masa depan yang gemilang.
            Terima kasih sekali lagi dan apresiasi setinggi – tingginya kepada Agupena Flotim. Teruslah berjaya dengan gerakan literasi di Flotim untuk kepentingan bangsa dan negara.
***

Bernadus Beda Keda (Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olaraga Kabupaten Flores Timur)

Saya selaku Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan olaraga Kabupaten Flores Timur menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke dua Asosiasi Guru Penulis Indonesia ( Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur.
Saya berterima kasih kepada Agupena Flotim karena selalu bersama saya, selaku Kepala Dinas PKO Flotim dalam mengembangkan literasi di Kabupaten Flores Timur. Semoga ke depan, Kabupaten Flotim tumbuh dan berkembang dalam mewujudkan Gerakan Literasi di Kabupaten Flores Timur yang semakin maju.
***
Agustinus Payong  Boli (Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Flores Timur, periode 2017- 2022)

Saya Agustinus Payong Boli,  Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Flores Timur, periode 2017- 2022 menyampaikan profisiat dan selamat berbahagia kepada Agupena Cabang Kabupaten Flores Timur atas hari jadinya yang kedua, di Kabupaten Flores Timur. Tersulah berkarya membudayakan masyarakat Flores Timur untuk menulis. Menulis apa saja! Terutama menulis tentang pengetahuan. Karena Not Is Power. Pengetahuan adalah kekuatan. Kekuatan untuk mengubah hidup kita.Mengubah wilayah ini, mengubah Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk apa? Untuk menunjang kemajuan kabupaten kita tercinta Lewotana Flores Timur
Ketika kita tidak menulis, hidup kita ibarat sebuah kayu kering di tengah lautan.  Dan ketika kita menulis, kita sementara menegaskan kepada diri kita bahwa kita adalah manusia yang hidup di tengah dunia ini.
Sekali lagi, kepada Agupena Cabang Kabupaten Flores Timur, dengan seluruh komponen, dan struktur pengurus di dalamnya, saya menyampaikan profisiat. Teruslah bekerja. Dan sebagai pemerintah, kami akan terus mendukung kegiatan teman- teman sekalian untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia Kabupaten Flores Timur
***
Santi Sima Gama (Penulis – Yogyakarta)

Selamat Ulang Tahun yang kedua kepada Agupena Flores Timur, semoga dengan mengembangkan budaya Literasi membaca dan menulis, semakin meningkatkan kualitas pendidikan khususnya anak- anak di Flotim dan dengan membaca dan menulis, dapat memperbaiki kualitas pendidikan sehingga mampu menciptakan generasi emas, generasi bangsa untuk pembangunan dan peradaban budaya.
            Dari saya untuk adik- adik di Flotim, bahwa hanya dengan pena, kita dapat menulis sejarah.
***
Wawancara oleh Maksimus Masan Kian (Ketua Agupena Flotim) & Iwan Puken (Ketua Waimatan Flores Timur) Kamis- Jumat (2-3/3/17)




Senin, 06 Maret 2017

Surat Balasan Dari Guru-Guru Kampung (Buat Ina Santi Sima Gama)

Ina Santi Sima Gama...

Pada beranda malam, dikawani nyala pelita yang meliuk seirama terpaan angin malam, kutulis secarik rangkuman rindu guru-guru kampung dan anak-anak kampung. Rindu yang masih mengental di kota Reinha. Rindu yang kami pasung pulang hingga di pelosok Flores Timur.
Ina Santi Sima Gama...

Sudah dua hari berlalu namun aroma senyummu masih langgeng di serambi kota Larantuka. Sudah tiga malam sarung (bingkisan dari seorang ayah) memintal tubuhmu (anaknya) menuju pulang namun semangatmu masih hangat di bilik pelosok ini. Indah bola matamu masih menyisahkan binar. Hembus lembut ucapmu masih meninggalkan kemilau. Rindu ini semacam candu, ucap seorang ina guru.
Ina Santi Sima Gama...

Engkau begitu anggun diapiti lelaki Lamaholot. Nyalimu melenggang anggun di kerumunan. Khasiat kata-katamu mengasup pelan, merasuk rusuk ama-ama guru. Kiat kalimatmu menghembus halus, membelai gemulai hati ina-ina guru. Sehari seolah tak cukup memadai hingga sebagian peserta masih ingin mengabadikan kebersamaan dalam berlembar-lembar kisah bergambar. Saya yakin, bukan lantaran rupa menawanmu semata namun jalan yang sedang engkau tapaki kini mulai menyulut semangat ina-ina guru, siswa/i dan tak ketinggalan ama-ama guru. Penulis perempuan yang rela berbagi dengan tulus itu, seksi, ungkap seorang ama guru yang tak mau dituliskan namanya.
Ina Santi Sima Gama...

Tutur jujur katamu membenih di sini teristimewa pada taman jiwa kaum hawa. Jengkal langkahmu mengukir jejak di pantai Nagi. Jejak itu akan melacakmu kembali ke lapak tanah ini. Suatu masa, engkau akan menyaksikan penulis muda perempuan menumbuh di Nagi. Benih inspirasi yang kita tabur akan mekar bersama waktu. Pupuk pohon ini adalah kolaboratif kreatif dari pemilik hati yang tulus dan sudi judi badan bersama waktu karena bagi mereka yang tulus berbagi, waktu adalah keabadian.
Ina Santi Sima Gama...

Bangga mendengar ceritamu bahwasannya panggilan jiwa menuntunmu ke tempat ini. Kami tak memberikan bingkisan yang lasim karena kami guru-guru kampung biasa. Kami titip seabrek rasa melalui keping-keping kata yang menata diri dalam aransemen hentakan irama literasi. Sekelumit cerita bahagia ini adalah milik semua kita, pemilik jiwa yang rela memberi diri demi orang lain. Benar kata, Pimred MPC NTT, Kaka Gusty, lelaki yang tak purna ceria itu jikalau ini adalah mimpi kita semua. Mimpi itu mulai terurai. Bersama kita pasti lebih mampu.
Ina Santi Sima Gama...

Dari pinggiran Flores Timur, kami lantunkan santun terima kasih atas kebersamaan yang begitu bersahaja sembari menyisipkan asa kiranya, Matamu Menatap, Hatimu Menetap. Ibu Bumi bimbing juangmu, Perempuan Pena. Amin

#Salam Angkutan Pedesaan#(Amber Kabelen/ Wakil Ketua Seksi Dokumentasi dan Publikasi Agupena Flores Timur)


Pena Adalah Lidah dari Pikiran

PSIKOLOGI MENULIS
Oleh,
SANTI SIMA GAMA, S.Psi
(Dibawahkan pada Seminar Pendidikan tentang Literasi dalam rangka HUT Agupena Flores Timur ke - 2)



Pena adalah lidah dari pikiran.

Tipikal Manusia
  Manusia disebut Homo Scriptor, Makhluk Penulis. Yakni, Makhluk yang mengarah pada literacy. Jika kita tidak menulis, kita melanggar kodrat sebagai homo scriptor.
      Di muka bumi ini  jika dipetakan ada empat tipikal manusia. Pertama, manusia yang pandai berbicara dan pandai menulis. Kedua, manusia yang pandai berbicara, tetapi tidak pandai menulis.  Ketiga, manusia yang pandai menulis tetapi tidak pandai berbicara. Keempat, manusia yang tidak pandai berbicara dan tidak pandai menulis. 

Tentang Psikologi
  Psikologi merupakan disiplin ilmu pengetahuan yang sudah lama muncul (dibanding ilmu-ilmu baru, misal sosiologi atau antropologi) pada abad sebelum masehi. Menurut Kartono, pada hakikatnya psikologi terkait ilmu pengetahuan mempelajari jiwa (mengarah pada tingkah laku) manusia. Psikologi ada dalam kehidupan sehari-hari kita, menguasai emosi kita baik saat kita marah, benci, senang, sedih dan saat kita mencintai. Bahwa manusia itu tidak bisa lepas dari dunia psikologi, kita tidak bisa mengelak hal itu termasuk dalam dunia menulis kita melibatkan psikis.


Tentang Menulis
Menulis bukan hal yang mudah dan bukan hal sulit, bisa dikatakan gampang-gampang sulit. Hanya ada satu modal utama agar kita dapat menulis dengan baik yakni aktivitas membaca. Jadi, menulis dan membaca adalah dua ativitas yang saling berpengaruh. Dengan membaca makin memperkaya kosa kata kita sehingga membuat kita mudah untuk menuangkan segala ide dan gagasan menulis. Jangan berharap kita bisa menulis dengan baik jika kita malas membaca. Inilah faktanya, bukan sebuah adagium

10 Alasan Seseorang Menulis
Menulis membantumu menemukan siapa dirimu
2. Menulis dapat membantumu percaya diri dan bangga
3. Menulis dapat meningkatkan kreativitas
4. Saat menulis, kamu mendengarkan pendapat unikmu sendiri
5. Menulis menunjukan hal yang dapat kamu berikan pada dunia
6. Dengan menulis kamu mencari jawaban atas pertanyaan.
7. Dengan menulis kamu dapat berbagi dengan orang lain.
8. Menulis memberikan kesenangan lahiriah, batiniah
9. Menulis membuatmu lebih hidup, bergairah.
10. Dengan menulis kamu dapat menemukan impianmu 


Hubungan Membaca dan Menulis
  Di Indonesia data yang menunjukan peminat literasi yakni membaca dan menulis masih sangat rendah, prihatin. Menurut data dari The Organisation for Economis Co-Operation and Development, budaya membaca masyarakat Indonesia berada di peringkat terendah di anatra 52 negara di Asia. UNESCO melaporkan kemampuan membaca anak-anak Eropa dalam setahun rata-rata menghabiskan 25 buku, sedangkan Indonesia mencapai tit terendah, 0,001 persen. Artinya, dari 1000 anak Indonesia, hanya satu anak yang mampu menghabiskan satu buku dalam setahun, miris.  Melihat fenomena yang miris itu, adalah sebuah persoalan genting. Bagaimana menyiapkan masa depan negeri ini jika tingkat literasi begitu rendah? Minat baca yang rendah mengakibatkan aktivitas menulis terasa sulit.  Bahwa menulis itu tidak hanya melibatkan unsur logika berpikir tetapi juga unsur perasaan yang berkaitan dengan psikis. Mood seseorang sangat berpengaruh terhadap apa yang ia tuliskan. Rasa cemas, kecewa, marah, cinta, rindu merupakan bagian emosi jiwa yang dapat memberi pengaruh besar dalam hasil tulisannya. Jangan memaksa untuk menulis ketika kita merasa di titik lelah.
“Jika Kau Patahkan Pena, Kau Tak Dapat Melukis Sejarah”