Jumat, 30 Juni 2017

Beda Keda: Guru Itu Tenaga Profesional

 "Guru itu tenaga profesional yang perlu terus mengupdate diri, meningkatkan kualitas profesinya. Undang - undang 14 Tahun 2005, menyatakan, guru adalah tenaga profesional. Maka wajib hukumnya guru harus terus meningkatkan profesionalismenya. Hal ini, disampaikan oleh Bernadus Beda Keda, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olaraga (PKO) Kabupaten Flores Timur (Flotim) saat membuka Kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se- Kota Larantuka dan sekitarnya, Selasa (27/6/17)
Bagi Kadis PKO Flotim, Forum MGMP mesti terus dioptimalkan. Di ruang MGMP, guru saling shering dan berbagi tentang profesi suka duka profesinya. Forum ini penting dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi guru dalam menjalankan perannya sebagai tenaga pengajar dan pendidik"kata Beda Keda.
Kegiatan yang berpusat di SMPK St. Gabriel ini, melibatkan 8 Kepala Sekolah, dan 80 guru Mata Pelajaran tersebar di SMPK St. Gabriel, SMPK Mater Involata, SMPS PGRI, SMPK Ratu Damai, SMPK St. Yusuph, SMPS Baipito, SMPK Sta. Maria Goreti, dan SMPN 1 Lewolema. 

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas PKO Flotim, Bernadus Beda Keda, Ketua Yapersuktim, Romo Thomas Labina, Koordinator Pengawas, Arnol Langodai, Ketua Agupena Flotim, Maksimus Masan Kian, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Larantuka, Geradus Koten, Kepala - kepala sekolah dan guru.
Ketua Panitia Kegiatan MGMP, Suster M. Bonaventura, PRR pada kesempatan itu menyampaiakan, tujuan MGMP antara lain, mempersiapkan perangkat pembelajaran lengkap berdasarkan Kurikulum 2006 (K6) dan Kurikulum 2013 (K13), saling shering antar guru dalam penguatan kapasitas guru, dan penguatan kerja sama antar guru dalan upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan. "Kegiatan hari ini, akan berlanjut sampai tanggal 1 Juli 2017, dengan target akhir perampungan semua perangkat pembelajaran dalam mempermudah eksen di kelas dalam Kegiatan belajar mengajar,"kata Suster Bona.
Geradus Koten, Ketua K3S mengatakan, kegiatan MGMP kali ini adalah terobosan yang dibangunnya dengan beberapa kepala sekolah untuk mengaktifkan K3S dan MGMP se- Kota Larantuka yang vakum selama ini. “Kegiatan hari ini sebagai terobosan yang diambil oleh beberapa kepala sekolah dalam kota Larantuka untuk menghidupkan forum K3S dan MGMP yang selama ini vakum. K3S dan MGMP menjadi wadah yang strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru oleh karena itu harus terus dihidupkan dan ditingkatkan,’kata Geradus. (Maksimus Masan Kian)

Kreativitas Anak Tumbuh Saat Panggung KreasiI Disiapkan

Tumbuhnya kreativitas anak sejalan dengan panggung dan ruang kreasi yang diberikan. Semakin luas dan tinggi panggung atau ruang kreasi diberikan, kreativitas anak akan tumbuh semakin baik. Inspirasi lahir dari penciptaan lingkungan yang kreatif.
Kesadaran penuh akan hal ini, Sekolah Dasar (SD) Inpres Supersemar yang berlokasi di Kelurahan Sarotari Tengah, pada Senin( 19/6/17) menggelar Pentas Seni, memberi ruang anak - anak untuk mengekspresikan bakat, minat dan potensinya dibawah bimbingan Kepala Sekolah, guru - guru di sekolah, dan orang tua wali murid.
Sejak pagi anak - anak sudah memadati halaman SDI Supersemar. Beberapa kelompok sementara melakukan geladi acara, yang lain sambil bercengkrama riang, ekspresi kebahagiaan atas dihargainnya karya - karya mereka.Hal yang menarik, semua siswa yang hadir hari itu menggenakan pakian adat daerahnya masing – masing termasuk bapa ibu guru. Ada keberagaman yang memancarkan persaudaraan dan kekeluargaan.
Kisaran pukul 10.00 Wita, anak – anak dengan balutan pakian adat, mulai mengisi panggung kreasi dengan berbagai acara, diantaranya; tarian adat beberapa daerah, memainkan alat musik, menyanyikan lagu daerah untuk beberapa daerah, berdongeng, berpuisi, musikalisasi puisi dan kreasi - kreasi lainnya.Acara yang dibawahkan oleh anak – anak cukup menghibur segenap hadirin yang hadir.
Yuliana Ndadjang, S.Pd, SD, Kepala SDI Supersemar pada kesempatan itu mengatakan, SDI Supersemar dalam menutup proses Kegiatan Belajara Mengajar (KBM) selama setahun tidak hanya membagikan nilai di atas kertas, tetapi juga menampilkan kreasi siswa di panggung keseniaan. “Sebagai pemimpin di lembaga ini, bersama rekan – rekan guru dan juga komite sekolah, bersepakat untuk menutup kami bersepakat untuk  menutup proses Kegiatan Belajara Mengajar (KBM) selama setahun ini dengan tidak hanya membagikan nilai di atas kertas, tetapi juga menampilkan kreasi siswa di panggung keseniaan. Ini cara dan ruang yang disiapkan dalam meningkatkan potensi bakat dan kreativitas anak, yang turut berpengaruh positif dalam mendukung semangatnya untuk belajar.”kata Yuliana.
Maksimus Masan Kian, Ketua Cabang Agupena Flores Timur memberi apresiasi kepada SDI Supersemar yang telah memilih cara unik dan bernilai edukatif dalam menutup proses Kegiatan Belajar Mengajar selama satu tahun ajaran di sekolah itu. “Kami memberi apreasi setingi- tingginya kepada segenap komponen dalam keluarga besar SDI Supersemar yang telah memilih cara unik dan bernilai edukatif dalam menutup rangkaian kegiatan KBM selama setahun ini.  Ini cara tepat dan kreatif dalam menutup rangkaian satu tahun pelajaran di tingkat satuan pendidikan, semoga terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bentuk dukungan kepada anak dalam menampilkan bakat dan kreasinya. Panggung kreasi seni yang diciptakan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan literasi di Kabupaten Flores Timur, ‘Kata Maksi.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala SDI Supersemar, Yuliana Ndadjang, Ketua Cabang Agupena Flores Timur, Maksimus Masan Kian, Komite Sekolah, guru, orang tua wali murid, dan undangan. (Humas Agupena Flotim)

Kamis, 29 Juni 2017

Honihama; Kampung Toleransi Beragama ( Di Desa Tuwagoetobi Kecamatan Witihama Pulau Adonara – Flotim)

Tentang toleransi umat beragama (Islam dan Katolik) di Kampung Honihama Desa Tuwagoetobi Kecamatan Witihama Pulau Adonara Flores Timur (Flotim) sudah final. Tidak ada lagi perdebatan, cekcok atau tafsir sana tafsir sini tentang agama mana yang paling baik, agama mana yang paling suci dan umat agama mana yang masuk surga. Perbedaan itu sudah tidak dikenal sejak ajaran agama Islam dan Katolik masuk di Honihama. Demikian benang merah yang mencuat dalam acara bersama umat Islam dan Katolik meriarayakan Idul Fitri  1438 Hijriah di Halaman Balai Dusun Lewolein, Desa Tuwagoetobi, Senin (25/6/17).

            Begitu kuat dan mengakarnya toleransi beragama di Honihama, karena toleransi beragama adalah warisan leluhur di kampung ini. “Agama katolik  dan Islam di Honihama sejak tahun 1938, dibawah masuk dan diajarkan oleh dua orang bersaudara, Ama Kia Beda dan Ama Oron Tewa. Ama Kia Beda membawa dan mengajarkan ajaran Agama Katolik, sementara Ama Oron Tewa membawa dan mengajarkan ajaran Agama Islam. Mereka berdua melakukan itu secara bersama – sama. Cerita ini memberi gambaran kepada semua kita dari generasi ke generasi, di kampung ini bahwa tentang toleransi umat bergama (Islam dan katolik) sudah final dan tidak ada lagi perdebatan tentang ajaran mana yang paling benar dan ajaran mana yang kurang benar,’ demikian tegas Petrus Bala Ola, Tokoh Masyarakat Honihama dalam mengisi acara kilas balik masuknya agama Islam dan Katolik di Honihama.


Rasyid Payong, Imam Mesjid Al-mutaqim Honihama pada kesempatan itu mengatakan, apa gunanya hidup kalau tidak bersama. “Kebersamaan  adalah modal penting dalam mewujudkan pembangunan di masyarakat. Semua pihak baik pemerintah, tokoh adat dan tokoh agama harus terus memupuk kebersamaan untuk satu tujuan mulia membangun honihama yang lebih baik. Tentang ajaran agama Islam maupun Katolik tidak perlu lagi diperdebatkan atau dibanding-bandingkan. Di Honihama saya mau katakan, sudah final. “Kaka ama rae atur gaturo kae, tite murine lali gere ake gelawa, tugas tite jaga rawat sampe nuan tutu” (Tentang ajaran agama, sudah diatur dan diletahkan dengan baik oleh leluhur kita, tugas kita sebagai generasi penerus adalah terus menjaga dan merawat hingga keabadiaan)
Ujud kebersamaan Islam dan Katolik di Honihama terlihat nyata disetiap hari raya besar keagamaan dua agama ini dan berlangsung sudah sekian lama. Saat Pesta Paskah bagi umat Katolik, umat Islam menyambangi rumah – rumah umat katolik dan memberi salam, acara bersama kemudian dilanjutkan di tengah kampung yang melibatkan semua warga di kampung itu. Sebaliknya pada saat Idul Fitri bagi umat Islam, umat Katolik menyambangi rumah – rumah umat islam dan memberikan salam, selanjutnya diadakan acara bersama di tengah kampung. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan stasi st. Yudokus Honihama, Klemens Kopong  menegaskan, selain toleransi sebagai kekuatan sekaligus menjadi kekayaan di kampung ini,  adat istiadat harus juga dijunjung tinggi. “Kekayaan dan kekuatan di kampung ini selain toleransi antar umat beragama, juga tentang kearifan kita. Adat istiadat kita. Kita jangan tercabut dari akar budaya sendiri. Di mana bumi dipijak jangan lupa adat dan budaya kita,’kata Klemens.
Acara idul fitri  1448 Hijriah, Senin (25/6/17) diisi dengan musik kasidah, pelafalan kuntum Al-quran, dan lagu-lagu rohani. Terlibat dalam acara ini,  Pemerintah Desa Tuwagoetobi, tokoh adat, tokoh agama, tokoh muda, dan sedikitnya 1.800 umat dua agama di desa ini. Selain warga Honihama, hadir juga beberapa warga dari luar Desa Tuwagoetobi, salah satunya Asisten Ombdsman RI Perwakilan NTT, Kanisius Ola Mangu. (Maksi Masan & Stanis Lamapaha)



           

Senin, 19 Juni 2017

Wakil Bupati Flotim Dukung Gerakan Literasi

Wakil Bupati Flores Timur (Flotim) Agustinus Payong Boli, SH mendukung gerakan literasi yang sejauh ini telah digerakan oleh    Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Flotim sebagai salah satu gerakan positif dalam meningkatkan minat baca dan menulis untuk kalangan siswa dan guru di Kabupaten Flores Timur.
Demikian pernyataan Wakil Bupati Flotim dalam Diskusi Pendidikan yang digelar di Sekretariat Agupena Flotim, Senin (19/6/17) malam. ”Sebagai pemerintah, kami mendukung gerakan literasi yang sudah dilakukan oleh teman – teman Agupena Flotim. Langkah ini sebagai upaya positif dalam meningkatkan minat baca dan menulis di Flotim yang selanjutnya dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Target pencapaian dunia saat ini adalah peningkatan SDM. Peradaban sebuah bangsa dilihat dari tiga hal diantaranya pendapatan perkapita, derajat kesehatan, dan peningkatan SDM,’kata Agus.
 “Bicara tentang pendidikan, kita tidak hanya bicara dari sisi peningkatan kemampuan kognitif semata, tetapi jauh dari itu bagaimana meningkatkan kemampuan emosional dan spiritual. Dua hal ini penting dalam mendukung kualitas Sumber Daya Manusia. Tidak hanya pintar tetapi cerdas secara emosinal dan spiritual. Sebagai masukan untuk Agupena Flotim, tentu tidak hanya menulis tentang guru semata, namun lebih dari itu bisa berkontribusi dalam tulisan tulisan berupa kajian ilmiah atas fenomena yang berkembang saat ini di daerah. Lakukan observasi, kumpulkan data, analisis, dan buatkan tulisan yang kemudiaan dapat menjadi masukan untuk daerah”kata Agus.
Gusty Richarno, Pemimpin Media Pendidikan Cakrawala (MPC) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada kesempatan itu mengatakan salah satu cara yang paling tepat dan strategis dalam memutuskan mata rantai kemiskinan dan kebodohan di NTT adalah melalui jalur pendidikan. Pendidikan adalah investasi yang berharga. “ Sejauh ini, MPC telah berkolaborasi dengan Agupena Flotim dan melakukan pendampingan kepada sedikitnya 15 sekolah di Flotim baik tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam membangkitkan semangat membaca, mengasah keterampilan untuk menulis. Hal lain yang digerakan dalam meningkatkan minat baca di kalangan siswa adalah memberikan sumbangan buku gratis, menciptakan kelas inspirasi saat berkunjung ke sekolah sekolah dan menyiapkan ruang publikasi bagi siswa dan guru, di Majalah Cakrawala. Kami berkeyakinan dengan terus merawat semangat ini, dikemudian hari akan lahir penulis – penulis muda yang handal datang dari NTT,”Kata Gusty.
Diskusi dengan tema “Gerakan Literasi Dalam Menciptakan Iklim Ilmiah di Flotim” dipandu oleh Grace Gracella (aktivias perempuan). Hadir dalam diskusi ini, Maksimus Masan Kian (Ketua Agupena Flotim), Silvester Petara Hurit (Pengamatan Seni), Wento Eliando (Wartawan Flores Pos), Felix Janggu (Wartawan Pos Kupang), Jemi Paun (Pengurus Agupena Flotim), Andreas Soge (Aktivis), Kornelis Basa Kopon (Anggota Agupena Flotim), Yandris Tolan (Penulis). (Humas Agupena Flotim)


Sabtu, 17 Juni 2017

Kepala SMK Adonara Raih Juara I (Lomba Kepala Sekolah Berprestasi Tahun 2017 Tingkat NTT)

(Theodorus Sabon Doni, S.Pd)

Theodorus Sabon Doni, S.Pd, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Adonara Desa Kolilanang, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur berhasil meraih juara I Lomba Kepala SMK berprestasi dan berdedikasi dalam mengabdi di sekolah, tahun 2017 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
            Kompetisi ini dilaksanakan selama empat hari sejak Rabu- Sabtu (14-17/6/17) di Hotel Pelangi Kupang. Theodorus yang juga adalah Pengurus Inti Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur ini, berhasil mengalahkan sedikitnya 6 peserta lain dari Kabupaten Lembata, Rote Ndao, Manggarai Barat, Sumba Barat Daya dan Kabupaten Belu (daerah perbatasan), dalam persentase tulisan berjudul "Managemen Administrasi KBM Guru- guru SMKN 1 Adonara Menuju Sekolah Efektif" Atas kejuaraan ini,  Ia berhak mewakili Provinsi NTT dalam ajang di tingkat nasional, yang akan diselenggarakan pada Bulan Agustus 2017 mendatang di Jakarta.

            Kepala SMK Adonara yang juga adalah mantan Wakil Kepala Urusan Hubungan Masyarakat (Humas) SMKN 1 Larantuka di kediamannya, Sabtu (17/6/17) mengaku bangga dengan prestasi yang diraihnya saat ini. “ Sebagai Kepala Sekolah yang baru mendapat pengalaman pertama menjadi kepala sekolah di periode pertama tepatnya diangkat pada tahun 2015, secara pribadi saya merasa bangga, juga haru dengan prestasi ini. Bukan soal juara, tetapi bagaimana proses ini telah memberi kami pengalaman dan ruang belajar sebagai Kepala Sekolah dalam memimpin sebuah lembaga pendidikan. SMK Adonara adalah sebuah sekolah di pelosok Adonara yang mungkin selama ini tidak terlalu populer atau dikenal, namun dengan prestasi ini, setidaknya telah mengangkat nama baik sekolah, Desa Kolilanang, dan Kabupaten Flores Timur. Sekolah ini bergerak dari nol dengan semangat swadaya masyarakat, namun atas kerja sama dan koordinasi yang baik dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olaraga (PKO) Flotim maka kemudian sekolah ini dinegerikan dan mendapat beberapa kemudahan dalam operasional, termasuk ijin operasional sekolah, dan akreditasi sekolah. Prestasi yang kami dapat ini adalah prestasi bersama, dan mohon dukungan untuk kompetisi ditingkat selanjutnya semoga hasil yang terbaik berpihak kepada kita,’kata Theodorus

            Kepala Dinas PKO Flotim Bernadus Beda Keda yang dihubungi terpisah mengucapkan profisiat dan rasa bangga atas prestasi yang diraih Kepala SMK Adonara. Bagi Kepala Dinas, SMK Adonara adalah sekolah yang awalnya lahir dari swadaya masyarakat maka,  ketersediaan sarana dan prasarana masih belum lengkap, namun hasil yang ditunjukan oleh pemimpin dilembaga ini membuatnya bangga. “Kita berkoordinasi dengan pihak penyelenggara tingkat desa dan menegerikan sekolah ini belum lama. Namun prestasi yang ditunjukan selama ini luar biasa. Kepala sekolah yang meraih prestasi hari ini adalah bagian dari proses persiapan kita bersama sejak awal memimpin lembaga ini. Prestasi ini patut menjadi contoh bagi kepala sekolah yang lain, dan tentunya berdampak positif terhadap perkembangan SMK Adonara selanjutnya,’kata Kadis. (Humas Agupena Flotim)