Sabtu, 27 Januari 2018

Soal Literasi Digital dan Peluncuran Buku Guru Agupena


Tahun ini, Agupena Flotim berusia 3 tahun. Sebuah usia yang masih sangat hijau. Ibarat manusia, Agupena Flotim masih balita. Belum layak dikatakan sebagai anak-anak. Apalagi remaja dan dewasa.

Lantaran masih balita, perkumpulan guru penulis ini masih bergerak menemukan bentuk. Maksudnya, lebih pada upaya menyesuaikan diri dengan kelokalan Flotim. Baik dalam ranah pendidikan, sosial, dan budaya. Agupena Flotim perlu banyak lagi makan asam garam kehidupan. Sebab, semakin banyak asam garam yang dikecap, semakin terbiasa pula lidah mencari jalan untuk keluar dari keasaman dan keasinan hidup.

Langkah pertama Agupena Flotim dimulai tatkala Sang Ketua Maksimus masan Kian mendapatkan mandat dari Agupena NTT melalui Ketuanya Thomas Akaraya Sogen .Selanjutnya, Agupena berbenah diri hingga berujud sampai kini. Adapun beberapa program digelar semisal pelatihan menulis bagi siswa, guru, dan masyarakat. Ada pula perlombaan, pendistribusian buku, pendirian taman bacaan, serta kegiatan bernuansa pendidikan lainnya. 

Di ulang tahunnya yang ketiga ini, tepatnya 1 Maret 2018, organisasi ini berniat menggelar dua kegiatan dalam satu momen. Yakni Seminar Nasional dan Peluncuran Buku buah tangan para anggotanya.
Seminar ini membicarakan ihwal Literasi Digital. Itu semacam kemampuan untuk mengaplikasikan perangkat digital secara positif. Termasuk dalam menggerakan iklim ilmiah. Salah satunya iklim membaca dan menulis. Narasumbernya, Herwin Hamid (Guru Prestasi Tingkat Nasional Pada Bidang Literasi Digital), Yanuardi Syukur (Penulis/ Pengurus Agupena Pusat), Jhon Lobo (Penggagas Gerakan Katakan Dengan Buku/ GKdB), dan Maksimus Masan Kian (Ketua Agupena Flotim).

Selanjutnya, peluncuran buku. Karya ini berjudul Revolusi Mental ala Guru. Buku ini berisi puluhan esai pendidikan. Wacananya beragam. Mulai dari soal guru, siswa, sekolah, masyarakat, hingga pemerintah. Ringkasnya, perihal komponen yang terlibat dalam pendidikan. Penulisnya, para anggota Agupena Flotim. 

Seminar Nasional dan Peluncuran Buku ini diagendakan terjadi pada Sabtu (3/3/2018). Tempatnya, di Gedung OMK Larantuka. Bupati Flotim Antonius H.G. Hadjon dijadwalkan membuka kegiatan. Sekaligus, Orang Nomor Satu di Flotim ini juga akan meluncurkan buku Revolusi Mental ala Guru.(Muhammad Soleh Kadir- Pengurus Agupena Flotim)


Jumat, 29 Desember 2017

Melalui Facebook Warga Lewoblolo Lomba Foto (Hasil Kejuaraan Diumumkan Besok Malam Menyongsong Tahun Baru 2018)

Ide ini lahir di awal tahun 2017, melihat banyak warga di kampung (Dususn Lewoblolo) yang menggunakan Smartphone dan aktif di Media Sosial. Kami coba mengarahakan untuk perlahan menggunakan media sosial secara positif. 

Warga menggunakan kamera digital atau hanpon mendokumentasikan kegiatan kegiatan yang terjadi di kampung, selanjutnya mengupload foto tersebut di Grup Karya Baru Diaspora yang selama ini aktif digunakan. 

Hasil kerja sama dengan Larantuka Photography, foto foto yang masuk sejak 9 Januari hingga 26 Desember 2017, telah dinilai dan hasilnya akan diumumkan besok malam, Minggu (31/12/17) bertepatan dengan malam penutupan Tahun 2017, dan Penyambutan Tahun 2018 di Basa Puri Ratu Dusun Lewoblolo, Desa Tuwagoetobi Kecamatan Witihama. 

Warga peserta lomba yang meraih juara (Juara I,II, dan III), Juara Favorite, Pengirim Foto terbanyak) diberikan penghargaan berupa piagam dan uang tunai. Selanjutnya peraih juara I, II dan III akan dilelang kepada anak anak Lewotana yang bekerja di luar, untuk menambah kas organisasi Pemuda di dusun. 

Berikut hasil jepretan Warga Dusun Lewoblolo Desa Tuwagoetobi Kecamatan Witihama, Pulau Adonara. Ini adalah 10 foto pilihan terbaik hasil Lomba Foto antar warga di dusun itu, yang diselenggarakan oleh Diaspora Lewoblolo.










Lomba berikutnya yang melibatkan warga pada Tahun 2018, adalah menggelar lomba menulis Jurnalisme Warga. Warga pengguna Media sosial menulis dalam konteks promosi. Promosi tentang semua potensi yang dimiliki di kampung. Baik komoditi, hasil karya kerajinan tangan dari bahan bahan lokal, promosi sarung, obyek wisata, obyek budaya dan lain lain. Tulisan bisa dalam bahasa Indonesia, bisa juga dalam bahasa daerah. 

Lomba ini, bekerjasama dengan Agupena Flotim yang akan melakukan penilaian, juga termasuk meneruskan informasi atau tulisan tulisan bermanfaat ke grup lain di media sosial, website, blog dan atau di Media online lainnya dan media cetak. (Maksimus Masan Kian)


Senin, 18 Desember 2017

Camat Witihama, Lantik Kepala Desa Pledo, Watoone, Tuwagoetobi dan Lamaleka

 Camat Witihama Laurensius Lebu Raya, S.H.Laurensius Lebu Raya mengambil sumpah dan melantik empat Kepala Desa di Kecamatan Witihama


Rangkaian proses politik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) telah usai. Hari ini Selasa, tanggal 19 Desember 2017, Camat Witihama Laurensius Lebu Raya, S.H.Laurensius Lebu Raya mengambil sumpah dan melantik empat Kepala Desa di Kecamatan Witihama. Keempat kepala desa tersebut yakni Kepala Desa Pledo Samsudin Samon Deran, Kepala Desa Watoone Frans Rawa Gana, Kepala Desa Tuwagoetobi Yohanes Kopong Lamatokan dan Kepala Desa Lamaleka Dominggo Inguliman.

Dalam sambutannya, Camat Lebu Raya mengatakan prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Desa merupakan momentum yang dapat menggugah masyarakat,  bahwa proses politik Pilkades di desa telah berakhir. “Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Desa merupakan momentum yang dapat menggugah kita semua,  bahwa proses politik Pilkades di desa telah berakhir. Marilah kita membangun sebuah komunitas yang saling menguatkan dan meneguhkan sehingga kita mampu bersinergi dalam bingkai Desa Membangun Kota Menata sesuai Visi Misi dan RPJMD Kabupaten Flores Timur,’ Kata Lebu Raya.

Ia juga mengatakan, Kepala Desa yang baru dilantik harus bekerja sesuai aturan dan regulasi yang ada untuk memajukan desa. “Kepada saudara – saudaraku sekalian Kepala Desa yang baru dilantik, kerjalah sesuai aturan yang ada untuk memajukan desa. Jalin hubungan yang baik dengan BPD dan semua pihak untuk bekerja sama dan sama-sama bekerja guna membangun desa kita masing-masing dan kecamatan kita. Pemimpin yang baik itu harus menjadi pelayan dan guru yang baik bagi masyarakat demi kemajuan desa yang makin sejahtera dan berkeadilan,” kata Lebu Raya.
 
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan acara pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pledo, Watoone, Tuwagoetobi dan Lamaleka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Witihama. Pelantikan ini disaksikan oleh Camat Witihama.

Proficiat untuk Kepala Desa Pledo, Watoone, Tuwagoetobi dan Lamaleka. selamat bertugas dan melayani masayarakat. mari kita saling bersinergi membangun desa dan lewotanah tercinta. (Eman Ola Masan Lamablawa- Ketua OMK Witihama)

Rabu, 13 Desember 2017

Kades Riangduli Dukung Penuh Gerakan Literasi

Keterangan foto: Penulis Buku Wasiat Kemuhar, Pion Ratulolly (kiri) menyerahkan buku Wasiat Kemuhar kepada Kepala Desa Riangduli Silvinus Lego (kanan) usai membawakan materi Teknik Sederhana Menulis Cerpen bagi siswa SMPN Satap Riangduli (Rabu, 13/12/2017).



Kepala Desa Riangduli, Silvinus Lego Ola, mendukung penuh Gerakan Literasi di Kabupaten Flores Timur. Dukungan itu tampak dalam program-program desa yang berkaitan dengan Gerakan Literasi. Salah satunya dengan menyiapkan anggaran dan fasilitas bagi kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Menulis bagi Siswa dan Guru SMPN Satu Atap Riangduli. Diklat ini dilaksanakan selama dua hari (Selasa-Rabu, 12-13/12/2017) pukul 07.00 sampai 15.30 Wita di aula sekolah ini. 

Tidak hanya tahun ini, setahun sebelumnya, 2016, Kades yang merupakan alumni SMPN 1 Lamahala ini, juga menggelar Diklat Menulis bagi orang muda Riangduli. Diklat tersebut menghadirkan Jurnalis Felix Janggu (Pos Kupang), Wento Eliando (Flores Pos), Maksimus Masan Kian dan Amber Kabelen (Agupena Flotim)

Ditemui di sela-sela Diklat Menulis di SMPN Satap Riangduli siang tadi (Rabu, 13/12/2017), Kades yang lulus sekolah Kejar Paket C ini, menyatakan Gerakan Literasi merupakan gerakan yang sangat urgen dilaksanakan. "Bila anak dibiasakan dengan aktivitas literasi seperti membaca dan menulis maka ke depan mereka akan menjadi orang-orang hebat," kata pria berusia 34 tahun ini. 

Menurut Kades Ama Lego, sapaannya, cara berpikir pemerintah desa dalam membangun masyarakat mesti diarahkan menuju masa depan yang lebih jauh. "Pembangunan karakter manusia merupakan pembangunan jangka panjang dan berkelanjutan. Jika sarana dan prasarana saja yang dibangun maka itu punya batas masa berlaku. Sedangkan pendidikan manusia menjadi garansi pembangunan sepanjang hayat," kata Kades Ama Lego optimis.

Ke depan, Kades yang pernah merantau di Jayapura ini mengatakan, akan berupaya menjadikan Riangduli sebagai Desa Model Literasi. "Kami akan bekerja sama dengan Agupena Flotim untuk membangun Perpustakaan Desa dan pojok-pojok baca di setiap rumah warga. Aktivitas belajar anak pun akan kami kontrol demi kemajuan pendidikan di lewotana," tutupnya. (Muhammad Soleh Kadir- Pengurus Agupena Flotim)